Menko Polhukam Nilai Tiap Tahun Benny Wanda Cari Perhatian Dunia Internasional

PERISTIWA | 19 Juli 2019 08:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM), Benny Wenda, diberi penghargaan Freedom of the City oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, Rabu, 17 Juli 2019. Menko Polhukam Wiranto mengatakan, ini biasa dilakukan tiap tahun, guna mencari perhatian dunia internasional. Sehingga tak perlu diambil pusing.

"Dari tahun ke tahun seperti itu. Mencari perhatian untuk mendapatkan perhatian dari dunia internasional. Udah, enggak usah dipusingkanlah," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Kamis (18/7).

Dia menegaskan, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, meyakini, dunia internasional masih mendukung Papua milik Indonesia.

"Sejauh ini dari Bu Menlu juga sudah menyampaikan, bahwa sementara ini memang posisi Indonesia, tetap mendapat dukungan ya tentang Papua," ungkap Wiranto.

Karenanya, lanjut dia, jika ada pihak-pihak yang mencoba merekayasa, agar Papua mau dilepas dari Indonesia, itu hal yang sudah biasa.

"Kalau satu dua kemudian mereka merekayasa, itu ya biasa," katanya.

Sebelumnya, BBC melaporkan, anggota Dewan Kota Oxford menghormati pemimpin kemerdekaan Papua Barat, Benny Wenda, yang diberikan suaka Inggris pada tahun 2002.

Dia kemudian membuka markas Free West Papua Campaign di Oxford pada 2013.

Kantor Kemlu Inggris mengatakan, keputusan itu "tidak berpengaruh pada kebijakan pemerintah Inggris" dan tidak mendukung kemerdekaan Papua.

Di samping itu, Lord Mayor of Oxford, Craig Simmons mengatakan, penghargaan tersebut layak diberikan dan Benny Wenda "Berkontribusi begitu banyak, baik secara lokal maupun di panggung internasional."

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Baca juga:
Kecaman Keras Indonesia dan Jawaban Wali Kota Oxford soal Benny Wenda
Indonesia Kecam Pemberian Oxford Freedom of the City Award Kepada Benny Wenda
Ini Jawaban Vanuatu Soal Selundupkan Tokoh Separatis Papua di PBB
Indonesia Layangkan Protes ke Vanuatu
Mengenal Vanuatu, Negara Kecil Sering Ikut Campur Urusan Indonesia

(mdk/rhm)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com