Menko Polhukam Soal Nurhadi Tertangkap: Ini Bukti KPK Kerja Serius

Menko Polhukam Soal Nurhadi Tertangkap: Ini Bukti KPK Kerja Serius
PERISTIWA | 3 Juni 2020 07:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud MD ikut senang KPK berhasil menangkap buronan Nurhadi. Dia menilai tertangkapnya mantan Sekretaris Mahkamah Agung itu menunjukkan KPK serius dalam bekerja.

"Saya turut gembira dan salut kepada KPK. Itu membuktikan bahwa KPK bekerja serius mengurus Nurhadi," kata Mahfud, Selasa (2/6).

Mahfud mengungkapkan, tertangkapnya Nurhadi sekaligus meluruskan anggapan keliru publik bahwa ada orang kuat yang melindungi Nurhadi.

"Pertama, keliru anggapan bahwa Nurhadi dilindungi oleh orang kuat. Kedua, itu menjadi bagian dari pembuktian pernyataan KPK bahwa mereka akan bekerja tanpa harus berteriak-teriak," ungkap Mahfud.

Dia menyebut Ketua KPK Firli Bahuri pernah menyampaikan bahwa institusi yang dipimpinnya akan bekerja maksimal dan senyap dalam memberantas korupsi apapun opini publik.

"Pak Firli pernah bilang kepada saya, biarlah orang bilang kami tidak baik tapi kami akan tetap berusaha bekerja baik," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, pelarian tersangka kasus dugaan suap perkara di Mahkamah Agung (MA) Nurhadi berakhir Senin (1/6) malam. Buronan kasus dugaan suap dan gratifikasi di MA senilai Rp46 miliar itu ditangkap tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pimpinan Novel Baswedan.

Nurhadi diciduk di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Selain Nurhadi, Novel dkk turut menangkap menantunya yakni Rezky Herbiono yang juga tersangka dalam kasus serupa malam ini.

Tak hanya Nurhadi dan Rezky, KPK juga membawa istri mantan sekretaris MA itu Tin Zuraida dan sejumlah barang bukti. Sebelum menangkap keduanya, lembaga antirasuah menetapkan Nurhadi dan Rezky sebagai buronan sejak Februari 2020.

Usai penangkapan, keduanya digelandang ke markas antirasuah untuk pemeriksaan lebih lanjut demi kepentingan penyidikan. Kedua tersangka diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan Pengurusan perkara perdata PT.MIT vs PT.KBN (Persero) kurang lebih sebesar Rp14 Miliar; Perkara perdata sengketa saham di PT. MIT kurang lebih sebesar Rp33,1 Miliar dan Gratifikasi terkait dengan perkara di pengadilan kurang lebih Rp12, 9 Miliar, sehingga akumulasi yang di duga diterima kurang lebih sebesar Rp46 Miliar.

Reporter: Putu Merta Surya Putra (mdk/ray)

Baca juga:
KPK Tak Tutup Kemungkinan Jerat Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang
Nurhadi Ditangkap, PBHI Minta KY dan Bawas MA Kawal Kasus Hingga Tuntas
Pelarian Nurhadi Berakhir di Tangan Novel Baswedan
KPK Bakal Jerat Pihak Diduga Melindungi Nurhadi Selama Pelarian
Saor Siagian: Novel Sebut BW Bicara Penangkapan Nurhadi Agar Tak Diklaim Firli Bahuri

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5