Menkominfo Tegaskan Portal Aduan untuk Cegah ASN Terpapar Radikalisme

PERISTIWA | 14 November 2019 05:04 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan portal aduanasn.id untuk mencegah adanya aliran radikalisme. Menkominfo Johnny G Plate, membantah portal itu untuk membungkam aparatur sipil negara (ASN).

"Enggak boleh ASN dibungkam. ASN harus diberikan kesempatan untuk berkreasi dan berinovasi dan bekerja secara produktif itu harus diberi ruangnya. Tetapi kalau ada yang menyimpang dan membahayakan maka itulah deteksi informasi dini untuk mencegah," paparnya.

Johnny menegaskan, dibentuknya portal tersebut agar masyarakat juga dapat menyuarakan aspirasinya mengawasi ASN.

"Jangan takut, bersuaralah ini negara demokrasi ini negara kebebasan berpendapat kebebasan berbicara mengemukakan pendapat itu dihormati dan dilindungi konstitusi ya negara hadir untuk menjaga itu," ucap Johnny.

1 dari 1 halaman

ASN Penggerak Negara

Johnny mengatakan, ASN merupakan penggerak negara. Sehingga, harus memiliki kompetensi, integritas dan komitmen terhadap bangsanya. Apalagi, landasan ideologinya harus kuat terhadap konstitusional atau UUD '45.

"Bukan melirik kiri kanan. Enggak ada keraguan kalau ada keraguan didik dia ini kesepakatan final kita berbangsa kita sebagai asn berada di tempat terdepan itu tentu harapannya," jelasnya.

"Kalau ada 1,2,3,4 yang menyimpang harus dibersihkan jangan sampai dia menjadi virus dan menjadi banyak dan berbahaya itu tujuannya," tegas Johnny. (mdk/eko)

Baca juga:
Menkominfo Telusuri Konten Ajaran Terorisme di Media Sosial
Pasca-Teror Bom di Medan, Polresta Solo Pertimbangkan Batasi Masuknya Ojek Online
Kutip Data BNPT, Menag Sebut Banyak Orang Indonesia Belajar Agama di Internet
KemenPAN RB Gandeng BNPT Cegah ASN Terpapar Radikalisme
Bomber Polrestabes Medan Terpapar Radikal dari Istrinya