Menkominfo Telusuri Konten Ajaran Terorisme di Media Sosial

PERISTIWA | 14 November 2019 04:02 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan informatika (Kominfo) Johnny Gerrard Plate mengaku bakal mengawasi konten di media sosial yang untuk mencegah terorisme. Konten yang terang-terangan mengajarkan teror akan diblokir.

"Bisa saja itu melalui konten, bisa dilakukan tapi kan itu macam-macam. Tadi saya bilang kalau ditulis jelas-jelas ini cara berbuat bom ya kita takedown dia kan jelas itu aksi terorisme," kata Johnny di SICC, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

1 dari 2 halaman

Samarkan Bahasa

Johnny menemukan sejumlah konten yang menyamarkan bahasa. Padahal, maknanya adalah mengajari terorisme. Pihaknya terus menganalisis konten-konten tersebut.

"Kode-kode kan harus dianalisa cara buat kue ukurannya ini ini gimana, tahu kita. Cara masak sayur lodeh ini bahasa sandi, kan harus dijaga ya. Tapi kalau sampai kita tahu mengambil langkah-langkah ya penerapan aturan seperti misalnya blokir atau tindakan proses hukum," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Upaya Preventif Kemenkominfo

Pihaknya terus melakukan upaya preventif dan deteksi pencegahan terorisme di dunia maya. Johnny pun tetap menjaga hak masyarakat dalam mengekspresikan pendapat.

"Jangan dilihat hanya satu sisi saja kita ini, melanggar hak sipil mengurangi hak sipil, kita justru ingin hak sipil dijaga dengan baik itu tentu hadirnya kementerian menjaga hak sipil," jelas Johnny. (mdk/ray)

Baca juga:
Densus 88 Antiteror Tangkap 3 Terduga Teroris di Banten
Jokowi Perintahkan Kapolri Cari Jaringan Teroris Bom Bunuh Diri di Medan
Ledakan Bom Bunuh Diri di Medan, Pemprov Bali Pastikan Tak Ganggu Pariwisata
Sebelum Ditembak, Terduga Teroris di Riau Serang Densus 88 Pakai Ketapel Panah
Menyerang Saat Ditangkap, 1 dari 5 Terduga Teroris di Riau Ditembak Densus 88