Menkum HAM Sebut Ada yang Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di DPR

PERISTIWA | 24 September 2019 14:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menkum HAM Yasonna Laoly menyebut gelombang demo mahasiswa menolak UU KPK Baru dan RUU KUHP ditunggangi sekelompok orang dengan tujuan politis. Yasonna berharap mahasiswa tidak terbawa agenda politik tertentu dalam aksi penolakan RUU kontroversial itu.

"Di luar sana sekarang ini isu dimanfaatkan untuk tujuan tujuan politik," kata Yasonna di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (24/9).

Ia pun meminta mahasiswa mengedepankan dialog. Yasonna menyatakan terbuka dengan mahasiswa jika ingin bertanya soal RUU yang saat ini dibahas di DPR.

"Saya berharap pada para mahasiswa, adik-adik saya mahasiswa jangan terbawa random agenda politik yang enggak benar. Kalau mau debat kalau mau bertanya tentang RUU mbok datang ke DPR, datang ke saya. Bukan unjuk rasa merobohkan (pagar)," ucapnya.

Mengenai permintaan mahasiswa yang tidak didengarkan anggota Dewan, Yasonna berkilah DPR telah membuka ruang diskusi.

"Kemarin ditemui oleh ketua Baleg. Tadi sudah disepakati kalau ada nanti mau ketemu ya ketemu," katanya

Politisi PDIP itu juga meminta mahasiswa mengedepankan jalur intelektual daripada mahkamah jalanan alias demo.

"Saya hanya mengingatkan kita ini mendengar melihat ada upaya-upaya yang menunggangi. Jangan terpancing, juga termasuk RUU KPK, negara kita negara hukum ada mekanisme konstitusional untuk itu. Yaitu ajukan judicial review ke Mahkamah konstitusi, bukan ke mahkamah jalanan. sebagai intelektual, sebagai mahasiswa taat hukum kita harus melalui mekanisme itu," katanya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menkum HAM Ingatkan Mahasiswa Jangan Terbawa Agenda Politik
Mahasiswa Minta Gerbang Gedung DPR Dibuka
Waspada Perusuh, Polisi Ingatkan Mahasiswa Unjuk Rasa Tak Sampai Malam
Ada Demo depan Gedung DPR, Ini Pengalihan Rute Transjakarta
VIDEO: Ricuh Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Sulsel
VIDEO: Mahasiswa Hingga Buruh Long March ke Gedung DPR

(mdk/eko)