Menkum HAM Yasonna Dikritik Soal Kriminal dan Kemiskinan di Tanjung Priok

PERISTIWA | 17 Januari 2020 23:45 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly menyinggung soal kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal saat mengunjungi Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (16/1).

Yasonna mencontohkan bahwa anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan Menteng yang terkenal sebagai kawasan elite, akan tumbuh besar dengan cara berbeda.

"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak. Tapi, coba pergi ke Tanjung Priok, di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," kata Yasonna dalam sambutannya.

Pernyataan Yasonna menuai kritik dari Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Ahmad Sahroni. Politisi NasDem ini menyarankan Menkum HAM Yasonna Laoly menggunakan data terkini seputar Tanjung Priok sebelum melabeli wilayah itu sebagai daerah keras sehingga tempat tumbuh suburnya kriminalitas.

Sahroni tak menampik Tanjung Priok di masa lalu adalah sebuah wilayah yang begitu lekat dengan kemiskinan dan kriminal. Praktik pencurian, perampokan, pembunuhan dan narkoba menurutnya kala itu adalah pemandangan sehari-hari yang umum terjadi.

Namun beberapa tahun belakangan stigma buruk itu kata Sahroni mulai dikikis oleh kesadaran semua elemen masyarakat, baik perangkat penegak hukum, pelaku usaha, pemerintah daerah, pemuka agama dan masyarakat sipil itu sendiri.

"Pak Menteri mungkin sudah lama tidak berkunjung ke Priok sehingga kurang bisa membandingkan wajah Priok di masa lalu dengan masa kini," kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (17/1).

Politisi yang lahir, besar dan hingga kini masih berdomisili di Priok tersebut kemudian menjabarkan bahwa sinergi antar elemen masyarakat secara nyata telah mampu menekan angka kejahatan di Priok secara khusus maupun Jakarta Utara secara umum, tahun demi tahun.

Sebagai gambaran kata Sahroni, Polres Jakarta Utara melaporkan terjadi konsistensi penurunan angka kriminalitas di beberapa tahun terakhir. Data terbaru, Polres Metro Jakarta Utara menangani 1.695 kasus tindak pidana di sepanjang 2019, menurun 7 persen dibanding tahun 2018 sebanyak 1.735 kasus.

"Kalau beliau sedikit jeli maka akan ditemukan menurunnya pelaku kriminal yang berasal dari Priok di rutan dan lapas beliau, sejalan dengan penanganan kejahatan di kepolisian yang menurun," imbuhnya.

1 dari 2 halaman

Data BPS

Menariknya, data BPS terkait indeks Kerawanan keamanan dan ketertiban wilayah DKI Jakarta 2019 justru membalikkan asumsi Yasonna Laoly terkait Priok dan Menteng. Data itu mengungkap bahwa Kelurahan Tanjung Priok 2019 berada lebih rendah dibanding Menteng, dimana Priok berada di angka 12,83 persen berbanding Menteng dengan angka 15,58 persen.

"Mengutip data BPS berarti Priok lebih aman dibanding Menteng. Mau kita pungkiri data BPS?" tukasnya.

Semakin kondusifnya Priok dari sisi kriminalitas menurut Sahroni menciptakan geliat pertumbuhan ekonomi yang signifikan pula. Pelaku usaha kata Sahroni semakin berani berinvestasi.

Salah satu sektor yang mewakili geliat perekonomian tersebut menurutnya adalah di sektor properti. Kecamatan Tanjung Priok saat ini memiliki tujuh komplek apartemen dan 18 kawasan elite, hanya kalah dari kecamatan Kelapa Gading memiliki 10 kompleks apartemen dan 45 kawasan elite, Kecamatan Penjaringan memiliki 17 komplek Apartemen dan 61 kawasan elite.

"Logikanya sederhana saja, orang tidak akan mau berinvestasi kalau tidak aman," ujarnya.

Dan yang tak kalah penting kata Sahroni, Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan tersibuk di Indonesia dan menjadi barometer perekonomian Indonesia. Lebih dari 30% komoditi Non Migas Indonesia serta 50% dari seluruh arus barang yang keluar atau masuk Indonesia melewati pelabuhan ini dengan aman tanpa harus takut ancaman kriminal seperti di masa lalu.

Kondisi tersebut dikatakan Sahroni tidak lepas dari semakin menurunnya angka kejahatan di Jakarta Utara secara umum. Dari data BPS, 'Jakarta Utara dalam Angka 2019', disebutkan angka kemiskinan di kota Jakarta Utara selama lima tahun terakhir turun 0,65 persen.

"Yang saya mau katakan lewat data-data ini adalah bahwa Priok sedang berbenah dan wajahnya tidak lagi seperti yang pernah dilihat Pak Yasonna di masa lalu sehingga mind set beliau soal Priok bisa berubah oleh fakta dan data terbaru," kata dia.

2 dari 2 halaman

Yasonna Minta Pernyataannya Dipahami Utuh

Yasonna berharap penjelasannya tentang kriminalitas yang membandingkan wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara dengan Menteng, Jakarta Pusat dipahami secara utuh sehingga tidak salah dalam mengartikan.

"Jangan disalah, diputar balik, enggak ngerti. Kadang-kadang beritanya tidak lengkap ditanggapi berbeda-beda," kata Yasonna saat ditemui seusai membuka Raker Evaluasi Kinerja dan Anggaran Program Administrasi Hukum Umum di Yogyakarta, Jumat (17/1).

Menurut Yasonna, penyebutan wilayah Tanjung Priok berkaitan dengan penjelasannya mengenai faktor kriminogenik (faktor penyebab munculnya tindak pidana) dalam kejahatan dengan mencontohkan orang yang dibesarkan di slum areas (permukiman kumuh) dengan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

"Mencontohkan orang yang dibesarkan di 'slum areas' dengan di Menteng. (Diartikan) salah lagi, enggak baca semua, nggak ngerti, salah lagi," kata dia.

Ia berharap orang perlu memahami penjelasannya secara utuh sebelum berkomentar. Pasalnya, apa yang ia sampaikan itu sesuai dengan basis keilmuan yang ia miliki di bidang kriminologi.

"Saya ini kriminolog, profesor kriminologi. Jadi jelas, apa yang saya sampaikan itu sesuai kaidah-kaidah keilmuan saya," kata Yasonna.

Baca juga:
Yasonna Soal Pencekalan Harun Masiku: Kita Tunggu Datang Saja
Menkumham dan Baleg DPR Bahas Jumlah RUU Prolegnas Prioritas
Menkum HAM Yasonna Ingin Rempah-rempah Didaftarkan Sebagai Hak Kekayaan Geografis
Cicipi Ikan Tuna di Rakernas PDIP, Yasonna Bilang 'Nikmat Mana Lagi Kau Dustakan'
Ketua DPR Sebut PDIP Hanya akan PAW Yasonna Laoly dan Juliari Batubara
Menkum HAM Tegaskan Tak Ada Penyelundupan Hukum di Revisi UU KPK

(mdk/gil)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.