Menkumham Tak Setuju Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan

PERISTIWA | 18 Juni 2019 13:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamongan Laoly menyebut Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan memiliki keamanan yang super maksimum. Menurut dia, narapidana kasus korupsi tak masuk dalam kategori tersebut.

"Saya mengatakan begini, di Nusakambangan itu kita menempatkan memang lapas-lapas yang highrisk, Lapas super maksimum security. Napi-Napi koruptor bukanlah napi kategori napi highrisk yang memerlukan super maksimum security. Jadi itu persoalannya," ujar dia di Kantornya, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/6).

Yasonna mengatakan, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memantau langsung Lapas Nusakambangan yang diperuntukan bagi narapidana kasus korupsi. Pimpinan lembaga antirasuah memantau langsung bersama dengan Dirjes PAS.

Yasonna mengatakan, lapas-lapas di Nusakambangan sejatinya diperuntukkan bagi narapidana yang mendapat hukuman mati atau minimal vonis seumur hidup.

"Itu yang kami dedikasikan untuk berada di sana (Nusakambangan). Karena yang di sana itu pada umumnya adalah pidana mati, pidana seumur hidup, pelaku kejahatan pembunuhan, narkoba, teroris," kata dia.

Terkait dengan pemindahan Setya Novanto ke Gunung Sindur dari Lapas Sukamiskin, menurut Yasonna hal tersebut dilakukan agar mantan Ketua DPR RI itu tak kembali berulah.

"Menempatkan dulu beliau di Sindur untuk merenunginya, memang di situ kan super maksimum. Seharusnya dia tidak di sana, tapi kan, mengapa kita lakukan seperti itu supaya ke depannya tidak berulang lagi hal yang menyimpang dari prosedur," kata Yasonna.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
KPK Deteksi Aset Milik Tersangka Kasus BLBI Sjamsul Nursalim dan Istri
Digugat Sjamsul Nursalim, BPK Dapat Dukungan Penuh dari KPK
KPK akan Jerat Sjamsul dan Istri dengan Pasal Pencucian Uang
Alasan Tidak Ada Koordinasi, KPK Sempat Tolak Sidak Ombudsman di Rutan
Idulfitri 2019, Mobil Mewah Sesaki Rumah Tahanan KPK

(mdk/ray)