Menlu Retno Ungkap Kesulitan Evakuasi WNI dari Afghanistan Usai Dikuasai Taliban

Menlu Retno Ungkap Kesulitan Evakuasi WNI dari Afghanistan Usai Dikuasai Taliban
Menlu Retno berikan pernyataan pembebasan WNI disandera perompak Somalia. ©2016 Merdeka.com
NEWS | 2 September 2021 16:19 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bercerita tentang proses mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Bandara Kabul, Afghanistan, di tengah Taliban yang mengambil alih kekuasaan. Menurut Retno, hal tersebut merupakan salah satu evakuasi terberat dan perlu perhitungan matang.

"Evakuasi ini merupakan salah satu evakuasi paling berat yang sangat kompleks dan memerlukan perhitungan yang sangat masak," kata Retno dalam rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/9).

Retno menyebut, hambatan pertama adalah jaminan keamanan Taliban kepada para evacuee dari titik KBRI di Afganistan menuju Bandara Kabul. Dia mengatakan, wilayah di luar bandara sudah dikuasai oleh Taliban.

"Dan dari sejak awal persiapan evakuasi kita telah meminta jaminan keamanan kepada taliban dan jaminan keamanan tersebut diberikan," ujar dia.

Persoalan kedua adalah memperoleh izin landing di Bandara Kabul dan memastikan para evacuee dapat masuk ke pesawat dengan selamat. Dia bilang, saat itu RI berkoordinasi dengan Blok Militer Atlantik Utara atau NATO.

"Urusan kita lebih banyak dengan NATO dan negara negara anggota NATO karena pemberian izin dan pengelolaan bandara militer semuanya dikelola oleh NATO," ungkap Retno.

"Semua aset diplomasi kita kita gunakan dalam mewujudkan sampai pelaksanaan proses evakuasi. Sekali lg semua harus kita lakukan guna memastikan keselamatan dan keamanan WNI serta evacuee lainnya," ucapnya.

Lebih lanjut, Retno mengungkapkan bahwa situasi di Afghanistan semakin chaos setelah sendiri proses evakuasi WNI itu. Terlebih, pada tanggal 26 Agustus terjadi ledakan hebat di Bandara Kabul yang menewaskan 170 orang lebih.

"Seandainya ekstrasi tidak berhasil kita lakukan pada tanggal 20 Agustus mungkin upaya evakuasi harus menempuh jalan lebih panjang dan tidak menentu sekali lagi alhamdulillah kita diberi kemudahan," pungkasnya.

Sebelumnya, pada tanggal 20 Agustus 2021 pemerintah telah mengevakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan. Semua evacuee terdiri dari 26 WNI, 5 Warga Negara Filipina dan 2 Warga Negara Afghanistan. Mereka selamat sampai di Jakarta pada 21 Agustus dini hari. (mdk/gil)

Baca juga:
Menlu Retno: Taliban Berkomitmen Membentuk Pemerintahan Inklusif
Aksi Pasukan Anti-Taliban di Bukit Panjshir
Jenderal AS "Pedih dan Marah" Usai Penarikan Mundur Pasukan AS dari Afghanistan
Taliban Kepung Pasukan Perlawanan Panjshir, Serukan Perdamaian
VIDEO: Pengakuan BIN Menyusupkan Agen Masuk Taliban
BIN Menjalin Komunikasi dengan Taliban, Cegah Perang Melebar ke Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami