Hot Issue

Menolak Berdamai dengan Corona

Menolak Berdamai dengan Corona
Jokowi Pimpin Rapat Kabinet Paripurna Perdana di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar
PERISTIWA | 21 Mei 2020 16:02 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar rakyat hidup damai dengan virus Corona alias Covid-19. Dasarnya, informasi dari WHO menyatakan bahwa virus yang telah memakan korban ratusan ribu jiwa di dunia itu tidak akan hilang.

"Artinya kita harus berdampingan hidup dengan Covid. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan Covid. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman," ucap Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/5).

Namun imbauan hidup berdamai dengan Corona oleh Presiden Jokowi mendapat banyak penolakan. PP Muhammadiyah misalnya.

Apalagi, bila dilihat dari kerja keras para tenaga medis yang tengah berperang melawan Covid-19. Imbauan berdamai dengan corona dinilai tidak tepat diucapkan oleh Jokowi.

"Kebijakan mengendurkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pernyataan berdamai dengan virus corona di saat seperti ini bukanlah suatu sikap yang tepat. Karena di sisi lain ada nasib para tenaga kesehatan dan warga masyarakat yang terpapar yang dipertaruhkan," ujar Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, Agus Samsudin, dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5).

Menurutnya, saat ini para tenaga kesehatan sedang bertaruh nyawa menyelamatkan warga yang terpapar Covid-19, sehingga mereka harus dijaga supaya dapat bekerja dengan baik.

Baca Selanjutnya: Alasan Muhammadiyah...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami