Menpan RB Terbitkan Surat Edaran Larang ASN & Keluarga Mudik Serta Cuti Cegah Corona

Menpan RB Terbitkan Surat Edaran Larang ASN & Keluarga Mudik Serta Cuti Cegah Corona
PERISTIWA | 9 April 2020 13:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mencabut SE Menteri PANRB Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona atau Covid-19. Dalam surat tersebut dia hanya meminta menunda ASN untuk mudik.

Namun, Kamis 9 April 2020 dia mengeluarkan SE baru bernomor 46 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona atau Covid-19. Dalam surat tersebut, dengan tegas disebutkan ASN dan keluarganya dilarang mudik.

"Untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran, serta mengurangi resiko Covid-19 yang disebabkan oleh mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Indonesia, Aparatur Sipil Negara dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan berpergian ke luar daerah dan/atau kegiatan mudik lainnya selama berlakunya Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)," tulis SE tersebut yang ditandatangani langsung Tjahjo, Kamis (9/4).

"Apabila terdapat Aparatur Sipil Negara yang dalam keadaan terpaksa perlu melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, maka yang bersangkutan harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Pejabat yang Berwenang atas delegasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian," lanjut bunyi SE tersebut.

Selain itu, ASN juga diminta tidak mengajukan cuti selama berlakunya penetapan kedaruratan kesehatan ini.

"Aparatur Sipil Negara tidak mengajukan cuti selama berlakunya Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)," tulisnya.

Karenanya, Pejabat Pembina Kepegawaian pada Kementerian/Lembaga/Daerah tidak memberikan Izin cuti bagi Aparatur Sipil Negara. Sedangkan dalam aturan tersebut, yang boleh mengajukan cuti melahirkan, sakit, atau alasan penting bagi para ASN.

"Cuti karena alasan penting sebagaimana dimaksud, hanya diberikan terbatas pada alasan bahwa salah salah satu anggota keluarga inti (Ibu, bapak, istri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu) dan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sakit keras atau meninggal dunia," lanjutnya.

Saat ditegaskan Tjahjo apakah ini berdampak dengan cuti bersama 21-29 Mei, dia pun menuturkan. "Jam 15.00 hari ini akan ada rapat Menko PMK. Revisi SKB," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra (mdk/gil)

Baca juga:
Mulyadi Sebut Perantau Minang Pegang Peran Penting Putus Mata Rantai Covid-19
Pandemi Corona, Menpan RB Bakal Sanksi ASN yang Nekat Mudik
Pemprov Jabar Tak Bisa Bendung Ratusan Ribu Pemudik
KSP: Tidak Mudik Karena Corona Bukan Hanya Imbauan Pemerintah, Tapi Ajaran Agama
Sultan HB X Imbau Warga Yogyakarta di Perantauan Tak Mudik

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami