MenpanRB: Perampingan Jabatan Tidak Termasuk Camat dan Lurah

PERISTIWA | 18 November 2019 19:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB), Tjahjo Kumolo menegaskan, reformasi birokrasi merupakan bentuk perampingan birokrasi.

"Perampingan ya bukan pemangkasan yang dilaksanakan secara teliti, secara hati-hati, secara cermat. Yang diawali oleh KemenpanRB," katanya di Komplek Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/11).

Menurutnya, beberapa jabatan di pemerintahan akan dirampingkan. Namun begitu, beberapa jabatan di tingkat daerah tidak mengalami perampingan.

"Seperti kepala kantor, seperti camat, kepala kelurahan, kemudian satker-satker yang fungsinya fungsi melayani itu tidak dirampingkan," ujarnya.

Politikus PDIP itu menjelaskan, tujuan perampingan yang dikehendaki Presiden Joko Widodo atau Jokowi ialah guna memudahkan pelayanan masyarakat secara cepat. Selain itu juga mempermudah izin kepada investor.

"Yang kedua adalah dalam rangka untuk bisa memberikan izin kepada investor baik pusat, daerah maupun ke luar negeri sehingga perubahan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bisa terpenuhi," terangnya.

1 dari 2 halaman

Sembilan Langkah Reformasi Birokrasi

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo telah telah menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor 393 Tahun 2019 tentang Langkah Strategis dan Konkret Penyederhanaan Birokrasi.

SE tersebut membahas sembilan langkah strategis dan konkret dalam penyederhanaan birokrasi. Langkah dimulai dengan mengidentifikasi eselon III, IV, dan V yang dapat disederhanakan dan pemetaan jabatan pada unit kerja yang terdampak peralihan.

Dilaporkan setkab.go.id, hasil identifikasi dan pemetaan jabatan eselon harus disampaikan kepada Menteri PAN-R dalam bentuk softcopy selambat-lambatnya pada minggu keempat bulan Desember 2019.

Proses transformasi jabatan struktural ke fungsional dilakukan berdasarkan hasil pemetaan, dan menurut SE Menteri PANRB ini, dilaksanakan paling lambat minggu keempat Juni 2020.

Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk penyederhanaan eselon pada pidato pelantikannya bulan lalu. Presiden menyebut hanya ingin ada dua eselon saja.

2 dari 2 halaman

Penyelarasan Kebutuhan Anggaran

Kementerian PANRB juga akan melakukan penyelarasan kebutuhan anggaran pada jabatan yang terdampak penyederhanaan birokrasi. Para pimpinan instansi pun diminta melakukan sosialisasi kepada seluruh pegawai terkait.

"Hal ini dilakukan agar setiap pegawai dapat menyesuaikan diri dengan struktur organisasi yang dinamis, agile (lincah), dan profesional untuk meningkatkan kinerja organisasi dan pelayanan publik," demikian bunyi SE tersebut.

Adapun tata cara pengalihan jabatan Struktural Eselon III, IV, dan V menjadi jabatan fungsional, menurut SE ini, diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri PANRB melalui pengangkatan inpassing/penyesuaian ke dalam jabatan fungsional secara khusus.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Menteri Edhy Pastikan akan Segera Lantik 151 Eselon di KKP
Sepak Terjang Erick Thohir di BUMN, Mulai dari Panggil Ahok Hingga Hapus Eselon I
Erick Thohir 'Sapu Bersih' Semua Eselon 1 Kementerian BUMN
Lantik Eselon I & II, Jaksa Agung Berpesan Selalu Bekerja Optimal
Aturan Ditandatangani MenPAN-RB, Perampingan Eselon Mulai Juni 2020
Menpan RB: Eselon Tidak Dipangkas, Tapi Merampingkan Birokrasi