Menpora Malaysia: Pengeroyokan dan Penusukan Suporter Indonesia Hoaks

PERISTIWA | 22 November 2019 20:59 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq, menyatakan kabar pengeroyokan dan penusukan diduga dilakukan suporter timnas sepak bola Malaysia terhadap pendukung timnas Indonesia adalah hoaks. Kabar dugaan pengeroyokan dan penusukan itu sebelumnya beredar dalam sebuah video yang viral di media sosial.

"Kepada rakyat-rakyat di Indonesia tolonglah jangan percaya hoaks, berita palsu yang mengatakan bahwa ada penyokong Indonesia yang dipukul dan juga ada penusukan yang dilakukan oleh penyokong Malaysia," kata Syed Saddiq, dalam rekaman video berdurasi satu menit yang diunggah di media sosial Twitternya seperti dikutip merdeka.com, Jumat (22/11).

Syed mengatakan, telah melaporkan kasus hoaks tersebut kepada aparat negeri jiran. Dia pun mengaku telah melaporkan hal tersebut ke polisi Indonesia.

"Saya juga telah menghubungi pihak polisi Malaysia telah menghubungi pihak polisi Indonesia bahwa video tersebut adalah hoaks, tipu dan fitnah tidak betul," ujar dia.

"Video itu tidak terkait pertandingan sepak bola antara Malaysia dan Indoensia. Jangan karena hoaks hubungan di antara dua negara ini jadi keruh. Kita merupakan rakyat serumpun. Jangan memecah belah rakyat Malaysia dengan Indonesia karena ada penipuan yang begitu keruh ini. Pihak Kemenpora Indonesia juga telah mensahkan bahwa ini penipuan dan hoaks," imbuhnya.

1 dari 3 halaman

Indonesia Minta Malaysia Melakukan Permohonan Maaf

Pihak Indonesia langsung meminta pihak Malaysia untuk meminta maaf dan bertanggung jawab atas insiden pengeroyokan tersebut.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia menuntut permintaan maaf dari pihak Malaysia, baik itu dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ataupun Kemenpora Malaysia.

Desakan itu merupakan buntut dari perilaku brutal suporter Malaysia terhadap pendukung Timnas Indonesia yang datang ke Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11), dalam lanjutan Pra Piala Dunia 2022.

"Kemenpora Republik Indonesia tetap menyesalkan insiden tersebut. Kami juga sayangnya PSSI tidak infokan ke Kemenpora kecuali setelah insiden jadi ramai di media," kata Sesmenpora, Gatot Dewa Broto saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (22/11).

Gatot melanjutkan, pihaknya bakal melayangkan protes keras kepada pihak Malaysia. Indonesia menuntut permintaan maaf dan kasus tersebut diusut hingga tuntas.

"Kalau FAM tidak tahu (sudah minta maaf atau belum), itu urusan PSSI. Kalau dari pemerintah, kami akan tulis surat soal nota keberatan protes dari Indonesia kepada Malaysia. Suratnya sedang dibuat".

"Intinya, Kemenpora minta kasus ini diusut tuntas. Kemudian ada pejabat Malaysia yang menunjukkan permohonan maaf," ucap Gatot menegaskan.

2 dari 3 halaman

KBRI Kuala Lumpur Terima Laporan Penganiayaan Suporter Indonesia

KBRI Kuala Lumpur mendapat laporan soal pengeroyokan yang diduga dilakukan suporter Malaysia terhadap WNI di Bukit Bintang, 18 November 2019 malam. Laporan itu dibuat oleh Aliansi Suporter Nasional Indonesia di Malaysia.

Pihak KBRI Kuala Lumpur Yusron B Ambary menjelaskan, salah satu korban bernama Fuad Naji datang ke KBRI Kuala Lumpur pada 19 November 2019 siang. Kemudian, KBRI Kuala Lumpur menyiapkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Setelah diberikan SPLP, Fuad kembali ke hotel dengan alasan ingin beristirahat.

"Pihak KBRI meminta yang bersangkutan untuk mengurus dokumen perjalanan. Kemudian KBRI juga komunikasi dengan korban kedua bernama Yofan, dia sudah menjelaskan kepada kami tentang kejadian yang dialaminya di Bukit Bintang," kata Yusron.

"KBRI telah menyampaikan nota protes kepada Kementerian Luar Negeri Malaysia yang menyesalkan terjadinya kasus tersebut. KBRI juga meminta otoritas Malaysia untuk mengusut dengan tegas para pelaku. KBRI telah bertemu dengan korban pengeroyokan pada tanggal 19 November 2019 dan memberikan bantuan pengurusan dokumen dan menerima laporan mereka," tulis KBRI Kuala Lumpur.

3 dari 3 halaman