Menpora Tunggu Keputusan FIFA Terkait Enam Stadion Piala Dunia U-20

Menpora Tunggu Keputusan FIFA Terkait Enam Stadion Piala Dunia U-20
PERISTIWA | 30 Juni 2020 12:51 Reporter : Bagus Suryadinata

Merdeka.com - Menpora Zainudin Amali angkat bicara mengenai enam stadion yang dikabarkan sebagai venue Piala Dunia U-20 Tahun 2021. Kini Amali masih menunggu keputusan dari FIFA.

Saat ini PSSI memang sedang mempersiapkan Tim Nasional untuk tampil di Piala Dunia U-20 2021. Sedangkan untuk penyelenggaraannya sedang dirancang Kepresnya oleh pemerintah.

"Kita tentu sebagai tuan rumah piala Dunia U 20 ingin sukses dua hal yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi, buat Kemenpora tambah satu sukses lagi yakni sukses administrasi," ujar Menpora.

Terkait posisi 6 stadion yang akan digunakan, Menpora akan menunggu kepastian dari FIFA. Sebab sampai saat ini Menpora belum mendapat kepastian dari FIFA soal enam stadion yang akan digunakan.

"Kita masih menunggu kepastian dari FIFA mana 6 stadion yang akan digunakan. Sebelum pandemi kita sudah tersebar kabar ada Stadion Gelora Utama Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Manahan (Solo), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali). Kemudian ada usulan lagi dari PSSI untuk menambahkan 2 stadion lagi yaitu, Stadion Si Jalak Harupat dan dan Stadion Jakabaring (Palembang)," ucap Menpora.

"Sampai hari ini kita memang belum mendapatkan kepastian dari FIFA. Dan memang FIFA yang punya kewenangan menentukan. Sehingga pemerintah sangat hati-hati betul, pemerintah tidak mau masuk terlalu dalam, karena nanti kita masuk kategori intervensi. Tetapi kita tetap harus pantau dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

Menpora juga menjelaskan bagaimana pelaksanaan Protokol Keolahragaan yang akan dilakukan oleh cabang-cabang olahraga dan masyarakat olahraga di Indonesia. Untuk saat ini ada tiga cabang olahraga yang sudah melakukan pertemuan dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama Kemenpora untuk mendapatkan izin menggelar latihan, turnamen atau kompetisi. ketiga cabor tersebut yakni, Bulutangkis, Menembak dan Basket.

"Keputusan untuk menggelar kompetisi, turnamen atau latihan tetap akan kita komunikasikan kepada Gugus Tugas Covid-19, kita hanya mengeluarkan protokol keolahragaan secara umum. Yang terpenting, saya harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet. Kita tidak akan mungkin bisa menuai prestasi jika atletnya sakit atau terkena covid-19," tegas Menpora. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami