Menristek: Lembaga Eijkman Paling Cepat Kembangkan Vaksin Covid-19 Merah Putih

Menristek: Lembaga Eijkman Paling Cepat Kembangkan Vaksin Covid-19 Merah Putih
PERISTIWA | 28 Oktober 2020 11:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro memprediksi pengembangan vaksin Covid-19 Merah Putih yang paling cepat akan dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

"Kemungkinan yang paling cepat adalah yang dikembangkan Lembaga Eijkman, prosesnya di bulan Oktober ini sedang disiapkan uji pada hewan," kata Menristek dalam keterangan tulis pada Rabu (28/10).

Menristek Bambang mengharapkan pengembangan vaksin Covid-19 itu dapat diselesaikan pada akhir tahun.

"Diharapkan dapat selesai dan semoga hasilnya memuaskan pada akhir tahun. Setelah itu bibit vaksin yang teruji pada sel hewan tersebut akan diserahkan ke Bio Farma, sebagai pihak yang nantinya melakukan produksi skala kecil untuk tahap uji klinis 1, 2, dan 3," ungkap Menteri Bambang.

Dia menjelaskan, sebagai bangsa yang besar dengan penduduk sekitar 270 juta orang, maka kemandirian akan vaksin sangat diperlukan. Menteri Bambang juga mengatakan bahwa akan sangat berisiko apabila Indonesia hanya bergantung pada vaksin yang didatangkan dari luar negeri.

“Kita harus mempunyai kemampuan tidak hanya diproduksi, tapi juga di tahap penelitian dan pengembangan. Setelah dilakukan identifikasi, saat ini ada 6 institusi yang mengembangkan vaksin Covid-19. Suatu hal yang luar biasa di mana ini menunjukkan kepedulian para peneliti, dosen untuk mencari solusi Covid-19," jelasnya.

Seperti diketahui, setelah dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terdapat enam institusi yang melakukan pengembangan Vaksin Merah Putih. Keenam Institusi itu LBM Eijkman (platform sub unit protein rekombinan mamalia based dan yeast based), LIPI (protein rekombinan fusi), UGM (protein rekombinan), UI (DNA, mRNA, virus-like-particles), ITB (Adenovirus), dan Unair (Adenovirus dan Adeno-Associated Virus-Based).

Reporter: Yopi Makdori
Sumber : Liputan6.com (mdk/rhm)

Baca juga:
Rusia Minta Izin WHO untuk Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik V
Ini Perbedaan Herd Immunity Melalui Vaksin dan Infeksi
Mengenal Fase Pengujian Pembuatan Vaksin
Jamin Keamanan, Pemerintah Pastikan Pengadaan Vaksin di RI Mengikuti Standar WHO
Pemerintah Jamin Vaksin Covid-19 Halal

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami