Menristekdikti Peringatkan Rektor: Jangan Ada Mahasiswa Papua Alami Diskriminasi

PERISTIWA | 21 Agustus 2019 15:25 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menginstruksikan seluruh rektor universitas atau perguruan tinggi di Indonesia, untuk menjamin mahasiswa Papua tidak mengalami diskriminasi.

Pesan ini disampaikan saat memberikan kuliah umum setelah penutupan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) di Undiksha Singaraja, Kabupaten Buleleng, Selasa (20/8).

"Saya ingin menjamin mahasiswa Papua yang berada di luar Papua tidak akan mengalami diskriminasi. Perguruan tinggi bertugas mencerdaskan dan menyiapkan anak-anak bangsa. Perguruan tinggi juga berkewajiban menjaga dan merawat rasa kebangsaan sesama anak bangsa," kata Menristekdikti. Seperti dilansir Antara, Rabu (21/8).

Nasir yang sempat berdialog dengan mahasiswa Papua di Undiksha itu berharap, para rektor perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki mahasiswa Papua, harus bertanggungjawab atas anak didiknya.

"Jika sampai terjadi diskriminasi di perguruan tinggi, maka rektornya akan saya panggil untuk bertanggungjawab. Jangan sampai perbedaan itu diperuncing," kata Nasir.

Dalam kuliah umum itu, Menristekdikti Mohamad Nasir juga menyampaikan apresiasi kepada Undiksha, karena perguruan tinggi itu memiliki mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya kabupaten di Bali, namun juga dari luar daerah, seperti Jawa, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Menteri Mohamad Nasir berpesan pada seluruh mahasiswa agar selalu menjaga persatuan. Para generasi muda ini juga diminta untuk tidak terprovokasi terhadap persoalan yang terjadi di wilayah Jawa Timur.

"Harus ciptakan sebuah kebersamaan. Kondusivitas mahasiswa juga harus mendapatkan perhatian serius dari rektor bersama jajarannya. Jika terjadi gejolak, rektor harus siap bertanggungjawab. Rektor saya minta menjamin keamanan mahasiswa," tegasnya.

Sebagai generasi penerus bangsa, para mahasiswa diingatkan untuk memegang teguh empat pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. "Ini harus selalu diingat," katanya.

Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, I Nyoman Jampel siap memberikan jamin keberadaan mahasiswa Papua di kampusnya. Sesuai instruksi Menristekdikti.

"Kami memberikan jaminan kepada mahasiswa untuk keselamatannya, bukan hanya di Undiksha, melainkan juga di Kabupaten Buleleng. Karena Polres Buleleng juga peduli dengan keselamatan mahasiswa Papua dan kami di Undiksha selalu bekerjasama dengan Polres," kata Nyoman Jampel.

Baca juga:
Sempat Ricuh, Situasi di Mimika Kondusif usai Aparat Pukul Mundur Demonstran
Surabaya Sudah Jadi Rumah Kedua Bagi Mahasiswa Papua
Polda Sulsel Patroli Siber Bidik Akun Provokator Masalah Papua
Akhir Agustus, Jatim akan Jadi Tuan Rumah Penyelesaian Soal Papua
Fadli Zon dan Rombongan DPR Gagal Bertemu Mahasiswa Papua di Surabaya
Ditolak Masuk Asrama Papua di Surabaya, Fadli Zon dan Rombongan DPR Balik ke Jakarta

(mdk/noe)