Mensos Canangkan Gerakan Satu Desa Satu Pusat Kesejahteraan Sosial

PERISTIWA | 12 Desember 2019 16:15 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara mencanangkan gerakan satu desa, satu Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). Wacana ini disampaikan saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa (DPP Papdesi) di Hotel Kusuma Kartikasari, Solo, Kamis (12/12).

"Program ini merupakan upaya mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam rangka menanggulangi kemiskinan," ujar Mensos.

Juliari mengatakan, Puskesos akan menjadi lini terdepan pelayanan bidang permasalahan sosial di desa. Di antaranya, aksesibilitas layanan sosial, pelayanan sosial untuk rujukan, pelayanan sosial untuk advokasi serta penyedia data dan Informasi. Dia berharap masyarakat yang membutuhkan bisa terjangkau.

"Puskesos ini kayak puskesmas, tapi layanannya bidang sosial. Seperti mohon maaf, orang yang mentalnya terganggu, korban kekerasan, lansia, anak terlantar dan lainnya," jelas Juliari.

Mensos menerangkan, pembentukan Puskesos tersebut dilakukan berdasarkan usulan dari pemerintah desa. Pemerintah pusat hanya memfasilitasi pendanaan. Yakni satu Puskesos dianggarkan Rp500 juta.

1 dari 1 halaman

Target Realisasi 2020

Mensos berharap program ini sudah bisa direalisasikan pada 2020 mendatang. Namun karena keterbatasan anggaran, untuk tahap awal, pihaknya baru bisa menargetkan dua Puskesos untuk setiap kabupaten dan Kota.

"Ada prioritas, mungkin desa yang maju dulu lah. Untuk desa tertinggal kami minta fokus dulu pada pemenuhan kebutuhan dasar," jelasnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua umum DPP Papdesi, Wargiyarti menyampaikan, kehadiran Puskesos diharapkan bisa membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di desa. Salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH), di mana masih ada ketidaksinkronan data warga kurang mampu antara desa dan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Itu nanti bisa diselesaikan oleh Puskesos. Kalau ada masyarakat yagn mengadu, cukup ke Puskesos. Kami berharap ini tidak sekedar pencanangan, tetapi ada tindak lanjut," pungkas dia. (mdk/ray)

Baca juga:
Wapres Paparkan 5 Langkah Pemerintah Penuhi Hak Dasar Penyandang Disabilitas
Megawati Ingatkan Pegawai Kemensos Setia dengan Pancasila
Grace P Batubara: Pendidikan Usia Dini Atasi Diskriminasi Penyandang Disabilitas
Mensos Berharap 1 Juta KPM Graduasi Tahun Depan Jadi Wirausahawan Baru
Minum Kopi Sambil Belajar Bahasa Isyarat Jelang Hari Disabilitas Internasional

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.