Mensos Juliari Sebut Kehadiran Puskesos Permudah Pendataan Warga Miskin dan Rentan

Mensos Juliari Sebut Kehadiran Puskesos Permudah Pendataan Warga Miskin dan Rentan
PERISTIWA | 10 Juli 2020 08:41 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi, Kamis (09/07), untuk mengecek Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) tingkat desa atau kabupaten. Juliari mengungkapkan masyarakat bisa mengadukan berbagai masalah dengan solusi dan pelayanan cepat melalui Puskesos.

"Masyarakat di desa atau kelurahan yang memiliki masalah, silakan datang ke Puskesos. Layanan terkait perlindungan sosial bisa cepat ditanggapi dan diberikan solusi yang tepat. Oleh karena itu, keberadaan Puskesos sangat penting bagi warga miskin dan rentan," ujar Juliari.

Puskesos merupakan program layanan rujukan satu pintu (terintegrasi) yang merupakan miniatur Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) yang berada di tingkat kab/kota. Layanan terintegrasi ini diselenggarakan dengan tujuan memudahkan masyarakat menerima layanan.

Juliari mengatakan, petugas Puskesos akan memberikan informasi dan meregistrasi keluhan warga yang datang. Warga masyarakat yang mengadukan dan datang ke Puskesos membawa berkas pendukung seperti KTP dan KK.

"Hal ini untuk pendataan warga tidak mampu. Dengan dokumen kependudukan, kita cek terlebih dahulu warga tersebut terdaftar tidaknya di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial(DTKS). Apabila belum terdaftar maka kita akan catat datanya untuk kita ajukan masuk di dalam DTKS," kata dia.

Dalam kunjungannya, Menteri Ari melihat pelayanan Puskesos Sukabumi yang sudah sesuai SOP dan mempermudah masyarakat dalam menerima bantuan sosial (bansos) dari Kemensos. Didampingi Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto dan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama, Mensos meninjau pelayanan puskesos di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

"Dari Puseksos, juga bisa mempermudah proses distribusi bantuan dari Kemensos. Ini salah satu perwujudan negara hadir di tingkat desa," katanya.

Dalam tinjauannya, Juliari juga memastikan layanan sosial lainnya juga dipermudah dengan adanya Puskesos, seperti pendataan, pengaduan dan rujukan terkait Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan bantuan lainnya.

Saat ini ada 6.696 Puskesos-SLRT yang tersebar di desa atau kelurahan seluruh Indonesia. Puskesos mampu menyentuh masyarakat di level paling bawah yaitu di tingkat desa/kelurahan. Selain itu, Puskesos juga bekerja sama dengan pilar-pilar sosial, aparat desa setempat dan pemerintah daerah untuk menjawab keluhan masyarakat. (mdk/ded)

Baca juga:
Polisi Tangkap WN Perancis Cabuli 305 Anak di Bawah Umur
Lapor ke Mensos, Ade Yasin Sebut 172.669 Keluarga di Bogor Belum Terima Bansos
Kemensos Gandeng BNN Perkuat Rehabilitasi Pengguna Narkoba
Mensos: 92 Kabupaten/Kota Belum Perbarui DTKS Sejak 2015
92 Kabupaten Belum Perbarui Data Kesejahteraan Sosial Sejak 2015

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami