Mental Atlet Senam Kediri yang Dituduh Tak Perawan Sempat Drop

PERISTIWA | 2 Desember 2019 19:48 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kondisi Shalfa Avrila Siani, atlet senam lantai asal Kediri, Jawa Timur, yang dipulangkan dari Pelatnas jelang SEA Games 2019 karena dituduh tak perawan oleh pelatihnya, sempat mengalami drop mental. Dia sempat sulit berkomunikasi dengan orang luar selain keluarganya.

Kondisi Shalfa ini disampaikan kuasa hukum keluarganya, Imam Muklas, saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya usai bertemu dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Imam mengatakan, Shalfa yang saat ini terdaftar sebagai siswi jurusan bahasa, kelas XII di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kebomas, Gresik, itu psikologinya sempat terganggu dengan kejadian tersebut.

"Kondisi psikologi (Shalfa) di SMAN 1 Kebomas, sudah tidak kuat," katanya, Senin (2/12).

Imam menambahkan, akibatnya, Shalfa pun mulai enggan untuk menjalani pendidikan di sekolah tersebut. DIa berencana pindah sekolah. Keinginan Shalfa ini disambut baik oleh wali kota Kediri dan juga Gubernur Khofifah.

"Soal di mana nanti atlet 17 tahun itu bersekolah, hal itu diserahkan langsung ke pihak keluarga. Yang jelas kita sudah diterima baik oleh Wali Kota Kediri," katanya.

Soal kondisi psikis, Imam mengungkap bahwa Shalfa sangat drop usai mendapat tuduhan tersebut. Namun kliennya kini mendapatkan semangat baru lantaran menerima support moril oleh Gubernur dan Wali Kota Kediri.

"Shalfa kemarin sempat drop, kita sebagai kuasa hukum pun bertanya sangat sulit. Namun hari ini ada semangat baru usai bertemu Ibu Gubernur. Dia sempat sangat depresi, sangat tertutup," katanya.

1 dari 1 halaman

Pindah Sekolah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga sempat menawarkan pada Shalfa untuk pindah sekolah ke Kediri. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Kediri terkait rencana itu. Khofifah menilai, jika Shalfa akan trauma jika meneruskan sekolahnya di Gresik.

"Saya sudah komunikasi dengan wali kota, insyallah ada sekolah negeri yang akan jadi tempat untuk Shalfa. Tapi harus sabar, karena kita harus mengikuti administrasinya," tambahnya.

Sedangkan terkait rencana Shalfa apakah melanjutkan karirnya sebagai atlet senam, Khofifah juga sempat menanyakan. Namun, Shalfa mengaku masih ingin memikirkan rencana ini.

"Saya tanya apa cita-citamu, dia menyebut ingin menggapai cita-cita itu. Tapi saat ini dia dan ibunya masih butuh waktu," tandasnya.

Khofifah pun sempat berpesan, agar setiap pelatih menggunakan standar terukur terkait prestasi atlet. Dia tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Di dalam proses pembinaan atlet, yang diukur adalah kedisiplinan, pembinaan karakter, tapi bahwa indeks prestasi menjadi indikator yang utama atlet masuk di pusat.

"Oleh karena itu hal-hal di luar indikator prestasi yang kemudian mempengaruhi bahkan itu dijadikan dasar pertimbangan utama sampai degradasi itu yang tidak dibenarkan," jelasnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Menko PMK Kecewa Atlet Tak Diikutkan SEA Games karena Isu Keperawanan
Wali Kota Kediri Heran Pelatih Coret Atlet Senam Hanya Karena Indisipliner
Atlet Sea Games Dicoret Karena Keperawanan, Keluarga dan Pelatih Perlu Dipertemukan
Air Mata Shalfa Avrila Tanggapi Isu Miring Hingga Tak Mau Lagi jadi Atlet
Penjelasan Lengkap Heboh Atlet Senam Dicoret dari Sea Games
KONI Jatim: Shalfa Dipulangkan karena Indisipliner, Bukan Soal Perawan