Menteri Agama Usul Penetapan Biaya Haji Gunakan Kurs Dolar Amerika

PERISTIWA | 26 November 2018 20:28 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengusulkan acuan biaya haji tahun 2019 menggunakan mata uang dolar Amerika (USD). Hal itu, ia katakan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/11).

"Terkait hal mendasar kami mengusulkan bahwa penetapan biaya haji itu ditetapkan dengan dolar. Jadi pemerintah mengusulkan penetapan besaran biaya perjalanan ibadah haji dalam bentuk USD," kata Lukman di dalam Rapat Komisi VIII, Senin (26/11).

Lukman mematok biaya usulan biaya haji sebesar USD 2.675 per-jamaah. Dia juga mengungkapkan sederet alasan dari patokan harga menggunakan Dolar. Salah satunya adalah karena kebanyakan pembayaran haji menggunakan mata uang dolar dan Riyal serta perubahan nilai dolar.

"Akan lebih aman bagi semua kita untuk penetapan biaya haji dengan US Dolar sehingga pelunasan yang dilakukan oleh jemaah terkait dengan selisih yang harus dibayarkan dari setoran awal yang sudah mereka bayarkan itu tinggal dikaitkan dengan berapa nilai kurs rupiah pada saat pembayaran dilakukan," ujarnya.

Alasan lainnya, di tahun 2018 pemerintah mengalami kerugian yang disebabkan mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika. Sehingga pemerintah harus membayar selisih yang cukup besar yakni mencapai Rp 500 miliar.

"Iya jadi konsekuensi kemarin 2018 karena ditetapkan dengan rupiah, pada saat ditetapkan pada saat pelaksanaan ternyata mata uang rupiah melemah terhadap US Dollar sehingga harus membayar selisihnya itu," ungkapnya.

"Dan cukup besar sampai Rp 500 miliar untuk itu, oleh karenanya di 2019 sebaiknya kita tak mengulang peristiwa seperti itu," sambungnya.

Patokan biaya ini, kata dia, juga naik dari dibanding pada tahun-tahun sebelumnya secara keseluruhan sebesar 143 sampai 148 Dolar Amerika. Namun, kenaikan biaya yang akan dirasakan para jemaah haji hanya sebesar USD 43. Alasan kenaikan tersebut adalah ada kenaikan biaya bahan bakar pesawat, biaya transportasi haji di Arab Saudi dan penambahan fasilita.

"Jadi tenda-tenda di Arafah ini di tahun 2019 akan kita lengkapi dengan AC penyejuk udara dan tentu ini menambah biaya 50 Saudi Riyal yang itu lalu kemudian itu menyebabkan," tuturnya.

Meski begitu, Lukman menegaskan para jamaah haji nantinya masih bisa membayar dengan mata uang rupiah. Hanya saya biaya yang dikeluarkan akan berbeda mengikut nilai Dolar Amerika pada saat membayar biaya haji.

"Jadi setiap calon jamaah haji pada sisi US Dolar sama tapi berapa rupiah yang harus dia bayarkan tergantung dari kapan dia melakukan pelunasan sesuai dengan kurs yang ditetapkan pada hari saat dia membayarkan itu mungkin selisihnya tentu tergantung dari kurs perubahan saat itu tapi dari sisi Dolar sama jumlahnya (dengan acuan pemerintah)," ucapnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Menag Lukman: 571 Calon Jemaah Haji Wafat Sebelum Berangkat
Menag Janji Tingkatkan Pelayanan Haji di Armina
Menengok sejarah larangan haji bagi muslim Palestina oleh Arab Saudi
Saudi Bantah Larang Muslim Palestina Haji dan Umrah
Muslim Israel dilarang berangkat haji dan umrah ke Makkah
5 Negara ini banyak belajar dari keunggulan-keunggulan Indonesia
Arab Saudi Tolak Visa Haji dan Umrah Jutaan Warga Palestina

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.