Menteri Basuki sebut Banjir di Luwu Utara Karena Hulu Sudah Rusak

Menteri Basuki sebut Banjir di Luwu Utara Karena Hulu Sudah Rusak
PERISTIWA | 16 Juli 2020 17:30 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan karena hulunya sudah rusak. Dia menyamakan kejadian di Luwu Utara ini dengan yang terjadi di Bogor dan Banten.

"Mari jaga alam maka alam akan menjaga kita. Longsor di Bogor, banjir bandang di Banten, itu semuanya karena alam yang sudah rusak. Saya kira ini (Luwu Utara) juga karena hulunya yang sudah rusak," kata Menteri Basuki kepada wartawan saat meninjau lokasi di Luwu Utara, Kamis, (16/7) didampingi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Dia menekankan, jadi apapun yang pihaknya lakukan secara struktural, itu hanya jangka pendek. Karena yang dibutuhkan juga adalah penanganan jangka panjang yang dilakukan non struktural.

Soal hulu yang sudah rusak ini, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengakui. Kata dia, berdasarkan laporan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sungai Rongkong dan Dinas Lingkungan Hidup, memang ditemukan dua gunung alami longsor. Yakni Gunung Lero yang materialnya turun ke Sungai Meli di Desa Radda, Kecamatan Baebunta dan Gunung Magganrang yang materialnya turun ke Sungai Masamba di Desa Baloli, Kecamatan Masamba.

"Tapi di atas itu sama sekali tidak ada pembukaan lahan sebagaimana informasi yang banyak beredar bahwa ada perkebunan, izin tambang. Kami pastikan bahwa tidak ada izin tambang dan izin perkebunan dia dua wilayah hulu tadi," tandas Indah.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, selama berkeliling meninjau lokasi banjir bandang, rata-rata penduduk mengharapkan ada hunian sementara.

Didukung Kementerian PUPR, kata Nurdin Abdullah, akan segera dibuatkan hunian sementara, lahannya sudah disiapkan pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

"Saya kira yang berat-berat Pak Menteri akan lakukan segera, jadi kami bersama ibu bupati akan menyiapkan hunian sementara dulu karena banyak warga yang tidak mau lagi ditampung di kota, mereka trauma. Jadi insyaAllah, bersama TNI dan Polri kita bekerja sama untuk menghadirkan hunian sementara," ujarnya.

Saat ini, tambah Nurdin, semua pihak sudah bahu membahu termasuk pihak swasta turut membantu lakukan pemulihan di Luwu Utara. Khusus soal bahan makanan, tidak ada lagi masalah. Justru kini sudah berlebih jadi tidak akan kekurangan. (mdk/ded)

Baca juga:
Korban Banjir Bandang di Masamba Dapat Bantuan Rp 1,97 Miliar dari Kemensos
Banjir Luwu Utara, Korban Meninggal 24 Orang dan 69 Hilang
223 Rumah Rusak Berat Akibat Banjir Bandang Luwu
Korban Tewas Banjir Luwu Utara Bertambah Jadi 21 Orang
Bertambah, Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang Luwu Jadi 16 Orang
Kondisi Luwu Utara Porak Poranda Usai Disapu Banjir Bandang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami