Menteri Edhy Ditangkap KPK, DPR Tegaskan Sejak Awal Tolak Ekspor Benur

Menteri Edhy Ditangkap KPK, DPR Tegaskan Sejak Awal Tolak Ekspor Benur
PERISTIWA | 25 November 2020 12:16 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi menyatakan sejak awal dirinya sudah menolak ekspor benih lobster alias benur. Pernyataan Dedi itu saat dimintai tanggapan terkait OTT Menteri KKP Edhy Prabowo oleh KPK.

“Saya sebagai wakil ketua komisi IV konsisten sejak awal tidak setuju dengan ekspor benih lobster. Kenapa tidak setuju? Karena dua hal mendasar. Pertama benih lobster itu merupakan bagian dari ekosistem laut yang harus dijaga kelangsungan. Walau jumlahnya katanya ada 2 miliar, bagi saya tidak penting jumlahnya berapa,” kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (25/11).

Dedi menegaskan, Komisi IV sudah merekomendasikan Kementerian KKP menghentikan ekspor benur. Ia juga menegaskan ada tidaknya OTT KPK, ekspor benur memang harus dihentikan.

“Komisi IV memberikan rekomendasi penghentian ekspor benih lobster yang nyata-nyata melakukan manipulasi data ekspor. Yang berikutnya juga, apabila nanti ada raker dengan KKP ya saya akan terus menyampaikan bahwa benih lobster ini dihentikan,” katanya.

“Ada atau tidak ada kaitan (OTT) dengan benih lobster, pokoknya ekspor benih lobster harus dihentikan. Jadi tidak penting apakah ada kasus atau tidak ada kasus,” tambahnya.

Dedi juga menyampaikan alasan lain penolakan ekspor benur, yakni ekspor yang dikirimkan kepada negara kompetitor.

“Benih lobster itu kan dikirim ke Vietnam. Vietnam sendiri dari sisi aspek ekonomi merupakan kompetitor dia bidang perikanan dan laut. Karena mereka kompetitor bidang perikanan dan laut mereka punya kemampuan dan teknologi budi daya laut yang memadai. Kemampuan budi dayanya itu tidak akan berarti manakala tidak mendapat suplay benih. Ini kan menjadi aneh, sudah menjadi kompetitor kok bahan bakunya kita kirim,” tandasnya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan mengaku kaget atas penangkapan Edhy.

"Iya kaget, saya belum tahu (alasan penangkapannya)," kata Daniel.

Ditanyai mengenai ekspor benur yang diduga menjadi penyebab OTT Edhy, Daniel menyebut Komisi IV sudah pernah meminta Edhy untuk menyetop ekspor benur atau benih lobster.

"Komisi IV memutuskan untuk setop ekspor benur sampai ada peraturan PNBP,” ucapnya.

Baca Selanjutnya: Ditangkap KPK...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami