Menteri LHK Sebut 4 Perusahaan Milik Singapura dan Malaysia Terlibat Karhutla

PERISTIWA | 13 September 2019 20:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menyebut setidaknya terdapat empat perusahaan asing terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dan Riau.

Keempat perusahaan tersebut berasal dari Singapura dan Malaysia. Untuk wilayah Kalbar perusahaan itu ada di Kabupaten Ketapang, Sanggau dan Melawi.

"Di Kalimantan Barat itu ada empat perusahaan Singapura dan Malaysia, kemudian di Riau kemarin satu disegel dari Malaysia," kata Siti Nurbaya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

Perusahaan itu di antaranya yakni PT Hutan Ketapang Industri milik Singapura, PT Sime Indo Agro, PT Sukses Karya Sawit dan PT Rafi Kamajaya Abadi milik Malaysia.

Selain itu, kata dia, terdapat 103 perusahaan telah mendapatkan sanksi dan 15 di antaranya masuk dalam tahap penyelidikan oleh Polda Kalbar. Bahkan pihaknya telah menyegel sebanyak 29 perusahaan.

"Dari akhir Agustus sampai dengan kemarin dan ini masih berlangsung juga itu sudah 29 yang disegel, empat disidik diproses hukum," paparnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto meminta agar adanya penguatan Manggala Agni atau pasukan darat yang memadamkan api dengan penambahan pasukan dan alat pemadam.

"Yang kedua adalah perlunya memanfaatkan peluang hujan buatan. Hujan buatan itu kebakaran selesai semuanya tapi masalahnya hujan kan belum turun," jelasnya.

Baca juga:
Ratusan Hektar Hutan Gunung Merbabu Terbakar
Kabut Asap Kian Parah, Warga Riau Gelar Salat Minta Hujan
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan 2 Bandara di Kaltim
Polri Sebut Riau dan Jambi Dominasi Sumb

ang Karhutla
Kebakaran Lahan dekat Bandara Syamsuddin Noor, Petugas Berjibaku Cegah Api Merambat
Samarinda Berselimut Asap, 256 Titik Panas Tersebar di Kalimantan Timur

(mdk/bal)