Menteri Susi Ingin Bangsring Jadi Contoh Perekonomian Berbasis Konservasi Laut

PERISTIWA » BANYUWANGI | 2 April 2019 14:22 Reporter : Rizlia Khairun Nisa

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti membuka pagelaran Festival Bangsring Underwater di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (2/4). Dalam kunjungannya, Susi mengapresiasi para nelayan yang telah menjaga kelestarian terumbu karang dan biota laut di Pantai Bangsring, hingga bisa menjadi kawasan konservasi laut.

Apalagi, nelayan Bangsring yang dulu menangkap ikan dengan potasium yang bisa merusak terumbu karang, kini justru menjadi pelestari.

"Saya lihat satu kegiatan yang sangat baik, ada Pokmaswas, ada kulinernya. Dari yang tadinya kumuh, rusak juga, dinamit potas. Sekarang saya kasih makan ikan yang datang ribuan," ujar Susi usai memberi makan ikan di Bangsring Underwater.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka pagelaran Festival Bangsring Underwater 2019 Merdeka.com

Susi berharap model kelestarian yang dilakukan nelayan hingga bisa mendapatkan pemasukan tambahan dari pariwisata snorkeling hingga diving di sana, bisa ditiru masyarakat pesisir lain di Indonesia.

"Paling penting laut terjaga, ini liar biasa. Jadi kita dapat uang, tanpa merusak. Indonesia memupuk ekonomi seperti ini. Perikanannya ambillah dengan ramah lingkungan, tidak berlebihan, biar laut bisa jeda. Biar ikan bisa berkembang biak," katanya.

Melihat hal tersebut, Susi berjanji bakal memberi bantuan untuk nelayan di Bangsring, agar proses pelestarian laut bisa lebih optimal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka pagelaran Festival Bangsring Underwater 2019 Merdeka.com

"Kita akan bantu kapal pengawas, bantu Badan Layanan Umum untuk kuliner, dan nelayannya. Yang penting harus sesuai dengan aturan pemerintah," ujarnya.

Saat di Bangsring, Susi sempat mencoba mendayung perahu paddling di Bangsring sambil melihat kejernihan lautnya. Saat sampai di Rumah Apung, Susi memberikan makan ikan liar di laut dengan roti tawar. Ribuan ikan tampak berdatangan untuk berebut.

Tidak hanya itu, Susi juga melepasliarkan anakan ikan hiu yang telah diselamatkan Nelayan.

"Jadi itu ikan hiu yang terjebak di jaring nelayan, kita ambil dan selamatkan di penangkaran. Namanya klinik ikan hiu, jadi kalau ada yang terluka kami obati, hingga sembuh dan siap dilepaskan ke laut lagi," kata Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan seluruh Banyuwangi, sekaligus penggerak konservasi di Bangsring, Ikhwan Arief.

Nelayan Bangsring sendiri mulai sadar melakukan konservasi setelah merasakan ada dampak ekonomi yang menjanjikan dari hasil melestarikan laut. Mulanya Ikhwan hanya berhasil mengajak beberapa nelayan agar tidak lagi menangkap ikan hias dengan bom dan potasium.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka pagelaran Festival Bangsring Underwater 2019 Merdeka.com


"Di Bangsring ini sudah terkenal dengan hasil tangkap ikan hias sejak tahun 1960-an. Kemudian nelayan mulai mengenal potasium di tahun 70-an, dan setelah karang rusak, ikan sepi, kami coba menawarkan cara konservasi yang terbukti bisa lebih mensejahterakan," kata Ikhwan.

Sejak tahun 2007, nelayan Bangsring kemudian sepakat menjadikan kawasan konservasi seluas 15 hektare. Saat ini, sudah terdapat ribuan transplantasi terumbu karang di bawahnya, ikan-ikan yang dulu hilang juga sudah kembali. Saat ini Bangsring telah menjadi destinasi wisata edukasi dan menginspirasi banyak nelayan di pesisir lain di Banyuwangi.

Festival Bangsring Underwater sendiri digelar oleh Pemkab Banyuwangi sebagai bentuk dukungan dan apresiasi. Dalam festival ini, sederet kegiatan menarik digelar seperti lomba memungut sampah laut oleh 1000 nelayan, pelatihan mengolah sampah oleh 500 nelayan, hingga lomba mengolah sampah menjadi barang seni dan bermanfaat.

(mdk/hhw)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com