Menteri Tjahjo Sebut Banyak PNS Gagal Jadi Eselon karena Terpapar Radikalisme

Menteri Tjahjo Sebut Banyak PNS Gagal Jadi Eselon karena Terpapar Radikalisme
PERISTIWA | 10 Februari 2020 21:03 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan banyak pegawai negeri sipil (PNS) gagal dalam seleksi eselon 1 dan 2 lantaran terpapar radikalisme.

"Banyak, saya kira banyak," kata Tjahjo di Batam, Kepulauan Riau, Senin (10/2). Dikutip dari Antara.

Dia memastikan pejabat eselon 1 dan 2 harus bersih dari paparan radikalisme, narkoba dan korupsi. Pejabat eselon 1 dan 2 harus memahami masalah gratifikasi dan PPATK.

Karenanya, seluruh ASN diminta berhati-hati terkait radikalisme dan terorisme. Jangan sampai, seseorang sudah ingin menjadi pejabat eselon dan didukung, namun tersandung masalah itu.

"Bagaimana mau menjabat eselon 1 dan 2, tapi pola pikirnya sudah mengarah ke sana," kata Menteri.

Dalam sambutannya pada penyerahan evaluasi SAKIP, Menteri mengatakan ancaman terbesar, antara lain radikalisme dan terorisme, narkoba dan korupsi.

"Tantangan bangsa radikalisme dan terorisme. Ini prinsip," kata dia.

ASN diingatkan untuk menjauhi korupsi, narkoba dan gratifikasi, karena ancamannya langsung dipecat.

Selain itu para ASN juga diharapkan berhati-hati menggunakan media sosial, agar tidak tersandung masalah. (mdk/cob)

Baca juga:
MenPAN Tjahjo: Seluruh PNS Pusat Wajib Mau Pindah ke Ibu Kota Baru
Tjahjo Kumolo: Tak Perlu Memulangkan WNI yang Menjadi ISIS
Menpan-RB Soal Nasib Honorer: Bukan Penghapusan, Tapi Penataan
MenPAN-RB: PNS yang Pindah ke Ibu Kota Baru Harus Diuji Kompetensi
Menteri Tjahjo Pastikan Pemindahan PNS ke Ibukota Baru Serentak 2024
Menpan RB Masih Lakukan Pendataan ASN Terpapar Radikalisme
100 Hari Pemerintahan Jokowi, Kemenpan RB Kebut Reformasi Birokrasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami