Menteri Yohana Beri Pendampingan Psikologis Korban Pasutri Tasikmalaya

Menteri Yohana Beri Pendampingan Psikologis Korban Pasutri Tasikmalaya
Yohana Yembise. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo
PERISTIWA | 20 Juni 2019 07:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis terhadap tujuh anak yang menonton adegan seks pasangan suami istri (pasutri) di Tasikmalaya. Dia menegaskan, pemerintah tak akan abai dalam kasus ini.

"Kami pasti ada pendekatan psikologis. Saya pikir ini kesalahan besar yang telah dibuat, baik itu sengaja atau tiba-tiba melihat‎. Kalau sudah seperti ini, memang sengaja dibuat sehingga bisa ditonton orang banyak," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (19/6).

Pasutri berinisial ES dan LA mengajak anak-anak menonton adegan seks dengan dipungut biaya Rp 5 ribu atau membayar dengan rokok hingga mie instan. Yohana menilai, anak-anak yang terlanjur menonton tersebut dimanfaatkan pelaku untuk mencari keuntungan.

"Anak-anak sebenarnya tidak paham dan tidak mengerti. Namun, ini digunakan sebagai alat untuk bisnis," ujarnya.

Yohana menyebut, pasutri yang mengajak anak-anak untuk menonton adegan seks telah melanggar UU Perlindungan Anak. Keduanya dapat dikenakan sanksi pidana.

"Kita bisa selidiki itu nanti dan bisa melalui jalur hukum. Mereka bisa kena hukuman, itu melanggar undang undang perlindungan anak," jelasnya.

Di sisi lain, Yohana meminta agar pada orang tua dapat berperan aktif dalam mengawasi anak-anak mereka. Dia tak ingin agar kejadian tersebut terjadi lagi.

"Orang tua juga harus mengetahui bahwa tugas utama mereka adalah melindungi anak-anak. Jadi bisa saja salah asuh orangtua dan terjadi pembiaran. Juga masyarakat sekitar harus melindungi anak-anak. Siapapun harus melindungi anak-anak dari tindakan itu," tutur dia.

Seperti diketahui, pasutri yang merupakan warga Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat mengajak anak-anak di kampung untuk menyaksikan langsung adegan ranjang mereka. Aksi ini kemudian terungkap dari seorang anak yang menceritakan kejadian itu pada guru ngaji di kampungnya.

Saat ini, kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Guru ngaji pun telah mengadukan kejadian tersebut ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya.

Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami