Menuju New Normal, Gubernur Edy Rahmayadi Belum Izinkan Siswa ke Sekolah

Menuju New Normal, Gubernur Edy Rahmayadi Belum Izinkan Siswa ke Sekolah
PERISTIWA | 29 Mei 2020 19:55 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Pemprov Sumut mulai mempersiapkan kemungkinan pelaksanaan skenario new normal yang bakal diterapkan pemerintah pusat. Di masa transisi ini, siswa tetap belum diizinkan untuk masuk sekolah.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memimpin rapat Petunjuk Strategis GTPP Covid-19 Pascastatus Tanggap Darurat dengan Forkopimda Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Jumat (29/5).

"Status tanggap darurat berakhir hari ini, selanjutnya kita masuk masa transisi, untuk menentukan apakah kita akan menerapkan new normal, disorder dan survival. Prosesnya bisa seminggu, bisa juga dua minggu, selama itu kita akan menerima masukan dari berbagai pihak, tapi bukan berarti warga bisa dengan bebas keluyuran keluar rumah," kata Edy.

New normal disebutkan sebagai tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Skenario ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi.

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional.

Khusus untuk pendidikan, Edy menyatakan belum mengizinkan siswa untuk kembali ke sekolah. Berbagai langkah harus dipersiapkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Saya belum izinkan untuk anak-anak kembali ke sekolah. Untuk mempersiapkan new normal saya akan mempersiapkan beberapa langkah, seperti melakukan rapid test terhadap guru dan pegawai sekolah, melakukan sterilisasi secara periodik terhadap ruang kelas dan ruang guru, pengaturan jam belajar mengajar, pengaturan tempat duduk siswa, pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas hingga dilakukan pembatasan kegiatan ekstrakurikuler," tegasnya.

Menurut Edy, new normal yang nantinya akan diterapkan di Sumut harus juga disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masing-masing kabupaten/kota.

"Ketika pemerintah pusat mengatakan akan menerapkan new normal, maka kita tidak boleh menolaknya, tapi untuk menerapkannya harus ada hal-hal yang kita perhatikan menyesuaikan dengan karakteristik di daerah masing masing. Jangan karena ingin cepat, disamakan semua langkah-langkah yang akan diterapkan," ujar Edy.

1 dari 1 halaman

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar optimistis Sumut akan mampu menjalankan new normal. Menurutnya, yang terpenting adalah melakukan edukasi ke masyarakat mengenai apa saja yang harus dilakukan saat menjalani new normal.

"Kita bentuk tim, bagaimana nanti new normal bisa kita terapkan. Misalkan di sekolah tidak mungkin menambah ruangan, untuk itu kita perlu melakukan pengaturan jam belajarnya, kemudian saat keluar rumah harus wajib menggunakan masker, masyarakat harus lebih diedukasi," tambahnya.

Bupati Simalungun JR Saragih pun mengaku mendukung kebijakan new normal. "Kalau masyarakat patuh, tertib dan disiplin maka tidak akan ada masalah dengan pola new normal ini. Dengan kondisi seperti saat ini semoga prilaku masyarakat pun berubah," ujarnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Ini Skema New Normal di Jabar, Aktivitas Ekonomi Dibuka Bertahap
Ridwan Kamil Putuskan 15 Kabupaten/Kota di Jawa Barat Melaksanakan The New Normal
Selain Sekolah, Pemkot Solo Juga cek Kesiapan New Normal di Mal
Implementasi Kenormalan Baru Dinilai Terburu-buru
Penerapan New Normal, Bioskop di Kota Bekasi Diizinkan Buka Pekan Depan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5