Menyerah Hadapi PPKM, Pedagang di Malioboro Kibarkan Bendera Putih

Menyerah Hadapi PPKM, Pedagang di Malioboro Kibarkan Bendera Putih
Bendera putih yang dikibarkan pedagang di Malioboro, Yogyakarta. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 30 Juli 2021 17:17 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Pedagang di Malioboro, Yogyakarta, mengibarkan bendera putih, Jumat (30/7). Pengibaran bendera putih ini sebagai tanda berkabung dan menyerah pada keadaan di masa pandemi Covid-19.

Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM) Desio Hartonowati mengatakan, sejak diterapkannya PPKM Darurat di awal Juli 2021, para pedagang di Malioboro terpaksa libur berjualan. Kondisi ini membuat mereka tak punya penghasilan.

Selain tak punya penghasilan, para pedagang juga harus menanggung angsuran. Uang yang diperoleh dari utang dipakai untuk bertahan hidup selama tak berjualan.

"Bendera putih ini tanda kami berkabung dan menyerah. Bendera putih ini simbol kondisi terkini yang dirasakan oleh pedagang di Malioboro," ucap Desio, Jumat (30/7).

Desio menyebut saat ini kondisi di Malioboro sepi pengunjung. Dampak penyekatan dan kebijakan penutupan Malioboro sangat terasa dampaknya bagi pedagang.

Padahal sebelumnya pedagang lesehan dan kuliner di Malioboro sudah merasakan dampak pandemi. Mereka baru buka jam 17.00 WIB dan diminta tutup pada pukul 20.00 WIB.

Hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk pedagang. Mekanisme bantuan yang diberikan melalui koperasi paguyuban dinilai tidak efektif. Alasannya koperasi hanya menaungi 2 paguyuban, sementara di Malioboro terdapat 9 paguyuban.

"Yang 2 (paguyuban) dinaungi koperasi baru dalam proses. Kemudian 9 paguyuban lain belum ada akses ke sana. Kami minta solusi pemda supaya paguyuban dapat dana pinjaman bergulir," ucap Desio.

"Bantuan modal ini sangat diperlukan pedagang. Karena modal berjualan saat ini sudah habis untuk menutup kebutuhan sehari-hari," pungkas Desio. (mdk/yan)

Baca juga:
PPKM Hambat Proses Migrasi Rekening BRI dan BNI Syariah ke BSI
Wagub DKI: Sekalipun Boleh Makan di Warung, Sebaiknya Makan di Rumah Masing-Masing
Pedagang Cilok Menangis Sesenggukan di Balik Gerobak, Penyebabnya Bikin Terharu
52 Perusahaan di Depok Ajukan Kartu Identitas Pekerja Sektor Prioritas
Alasan Jokowi Tak Lakukan Lockdown: Belum Menjamin Permasalahan Bisa Selesai
Gelar Acara Pernikahan Saat Pandemi, Orangtua Ini Gemetar Didatangi Polisi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami