Menyoal Pemeriksaan Spesimen Saat Rasio Kematian Pasien Covid-19 RI di Atas Global

Menyoal Pemeriksaan Spesimen Saat Rasio Kematian Pasien Covid-19 RI di Atas Global
PERISTIWA | 13 Agustus 2020 05:33 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Kasus kematian akibat Covid-19 di tanah air hingga hari ini mencapai 5.903 orang. Risiko kematian warga Indonesia akibat Covid-19 berada di angka 4,5 persen atau lebih tinggi dari angka persentase global yakni 3,64 persen.

Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumaidi mengatakan, bahwa angka kematian di Indonesia lebih tinggi dari angka global karena jumlah testing di Indonesia masih sangat rendah.

“Ya kita persentasenya lebih besar karena kemampuan testing kita lebih rendah dari negara lain, nah kita jangan lihat persentasenya saja,” ujar Adib kepada merdeka.com, Rabu (12/8).

Per 12 Agustus 2020, totalnya baru 1,78 juta spesimen yang diperiksa. Padahal, jumlah penduduk di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan mencapai 269,60 juta pada tahun 2020.

Menurut Adib, hal itu menandakan kemampuan test Covid-19 di Indonesia masih kurang dari 1 persen jumlah penduduk. Tepatnya berada di angka 0,66 persen.

Dia mengatakan, jika mengikuti standar yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), uji spesimen Covid-19 adalah 1 per 1.000 penduduk per pekan. Sehingga bila diakumulasikan dengan jumlah penduduk di Indonesia, maka seharusnya, jumlah tes di Indonesia adalah 269 ribu per minggu atau sekitar 38 ribu orang per harinya.

Target test Covid-19 di Indonesia sebenarnya sudah dinaikkan menjadi 30 ribu test per hari. Hal ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo sejak awal bulan Juli lalu. Namun kenyataannya, kerap kali Satgas Covid-19 melaporkan jumlah testing di bawah 30 ribu. Misalnya hari ini, Satgas Covid-19 melaporkan hanya 26.248 spesimen yang diperiksa.

Menurut Adib, seharusnya masyarakat juga menaruh perhatian terhadap angka kesembuhan di Indonesia. Pada hari ini, jumlah pasien yang sembuh lebih banyak dari pasien yang terkonfirmasi positif. 2.088 pasien telah dinyatakan sembuh dan 1.942 orang dinyatakan positif Covid-19.

Pada 11 Agustus lalu, Ketua Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa angka kesembuhan nasional lebih tinggi daripada angka global, yakni 64,7 persen. Sedangkan angka kesembuhan dunia 64,67 persen.

“Sebenarnya persentase angka kesembuhan itu penting. Berapa yang dirawat dan yang sembuh. Ini penting,” ujarnya.

Sesuai permintaan Presiden Joko Widodo, yang harus difokuskan adalah bagaimana caranya menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan. Untuk itu, ia berharap, berapapun jumlah pasien yang dirawat, harapannya angka kesembuhan bisa semakin meningkat. Jadi tidak hanya hari ini saja yang angka kesembuhannya mengalami peningkatan.

“Yang paling penting, berapapun yang positif dan yang dirawat, maka semuanya harus 100 persen sembuh dan angka kematian di Indonesia bisa ditekan,” ujar Adib.

Untuk bisa merealisasikan harapan Jokowi, ia merasa perlu adanya kolaborasi antara semua pihak. Bukan hanya antara pemerintah dan IDI saja, namun masyarakat, pihak swasta maupun lembaga-lembaga yang terkait juga perlu dilibatkan.

Hal ini guna memperkuat pelayanan kesehatan di Indonesia. Sarana dan prasarana kesehatan di seluruh daerah di Indonesia harus dilengkapi. Sehingga pemerintah tidak hanya menuntut masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan saja, namun pemerintah juga harus menyediakan semua pelayanan kesehatan dengan lengkap.

“Jadi di hulunya memang dengan masyarakat, yaitu protokol kesehatan. Di hilirnya juga harus kita perkuat. Baik itu sarana maupun prasarana kesehatan. Seperti ventilator dan ruangan ICU misalnya, harus dilengkapi. Sumber daya manusianya dan obatnya,” ujar Adib.

Ia mengakui sudah mengkoordinasikan hal ini dengan Satgas Covid-19 dan juga Komite Penanganan Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, IDI selain memiliki peran untuk memeriksa pasien, namun juga memiliki peran edukasi kepada masyarakat. Sehingga rasanya perlu untuk selalu menyampaikannya kepada Satgas Covid-19. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami