Merasa Ditipu, Korban Investasi Bodong Sosis dan Yogurt Melapor ke Polda Riau

Merasa Ditipu, Korban Investasi Bodong Sosis dan Yogurt Melapor ke Polda Riau
ilustrasi polisi. ©2014 Merdeka.com
NEWS | 2 Desember 2021 23:02 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Sejumlah orang mengaku menjadi korban investasi bodong brand sosis dan yogurt melapor ke Polda Riau. Mereka merasa ditipu dengan kerugian mencapai Rp60 miliar.

"Ini di bawah saya saja ada 30 orang yang ikut melalui saya, yang lain ini hanya sebagian. Satu orang itu ada yang mengeluarkan uang Rp50 juta, hingga Rp60 juta," kata Ana, salah satu korban di Mapolda Riau Kamis (2/12).

Rahmi, korban lainnya juga mengatakan hal yang senada. Dia mengaku telah dirugikan hingga Rp2,1 miliar. Dia tertipu karena adanya tawaran untung yang sangat besar. Padahal modal awalnya hanya Rp1,3 miliar dan dijanjikan keuntungan Rp800 juta.

"Awalnya dari teman-teman juga, karena melihat teman ada yang berhasil, makanya saya tergiur. Kerugian saya pribadi itu mencapai Rp2,1 miliar. Belum ada untung, karena saya masuk yang terakhir, mulai dari Agustus, jadi pas macet saya baru gabung. Modal saya Rp1,3 M, keuntungan Rp 800 juta. Siapa yang tidak tergiur dengan keuntungan sebesar itu," kata Rahmi.

Sementara itu, kuasa hukum para korban, Mirwansyah mengatakan dugaan investasi bodong itu dengan terlapor seorang wanita berinisial MA, warga Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

"SPKT Polda Riau sudah menerima laporan kita terkait dugaan investasi bodong terbesar, termasyhur di akhir tahun 2021 di Riau. Kita laporkan atas inisial MA dengan kerugian yang dialami klien kita, kurang lebih Rp60 miliar," katanya.

Menurut Mirwan, modus operandi yang dilakukan terlapor MA yaitu dengan cara menawarkan bisnis sosis dan yogurt merek tertentu.

"MA mencari donatur atau pemodal. Klien kita ini kurang lebih ada 6 orang, dari 6 orang ini di bawahnya ada 200 orang yang juga menjadi korban investasi bodong ini. Modus polanya, ada pengiriman produk ini di dalam dan luar negeri. Contoh ke Malaysia, itu modalnya Rp 1,3 juta per boks selama 25 hari akan cair, keuntungannya hampir 45 persen," jelas Mirwan.

Mirwansyah menyebutkan, setelah para korban ikut bergabung, sekitar bulan Februari 2021, pembayaran yang dijanjikan mulai macet pada bulan Agustus 2021. Bahkan memasuki bulan September pembayaran kepada para korban tidak ada sama sekali.

"Hingga saat ini kerugian klien kita hampir Rp 60 miliar, dan ini korbannya hampir 200 orang, dan disinyalir ini banyak korban-korban lainnya yang akan melapor, Rp 60 miliar itu dari 6 orang korban. Korban lain itu banyak lagi, dan itu masyarakat, korban-korban lainnya juga akan melapor, kita tunggu saja," ucapnya.

Mirwan berharap agar Polda Riau memperhatikan kasus-kasus seperti yang dialami oleh klien nya, karena sudah banyak masyarakat yang menjadi korban.

"Harapan kita ini menjadi atensi bagi Bapak Kapolda Riau, Kapolri agar kemudian praktik investasi bodong ditindak dan dihukum seberat-beratnya," jelas Mirwan.

Baca juga:
Mahasiswi di Kaltim Tersangka Investasi Bodong Beromzet Rp63 Miliar
Polisi Tangkap Pelaku Investasi Bodong Rugikan Korban hingga Rp1 Miliar Lebih
Kasus Investasi Ternak Lele di Sumsel, 2 Petinggi PT DHD Jadi Tersangka
Daftar Penyebab Masyarakat Banyak Terjerat Pinjaman dan Investasi Ilegal
Masyarakat Indonesia Rentan Jadi Korban Penipuan Investasi Bodong
Kemenkeu Beberkan Tips Investasi Aman dengan 2R2L

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami