Merawat Kisah Perjuangan Etnis Tionghoa bagi Indonesia

Merawat Kisah Perjuangan Etnis Tionghoa bagi Indonesia
Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. ©2020 Merdeka.com/Maria Brigitta Jennifer
PERISTIWA | 15 Oktober 2020 00:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Lembar-lembar pustaka berjejer rapi di lemari dan etalase Museum Pustaka Peranakan Tionghoa. Bubu-buku memuat banyak informasi tentang kisah perjuangan dan kontribusi etnis Tionghoa sedari dulu untuk Indonesia.

9 tahun silam, museum ini didirikan oleh Azmi Abubakar. Lokasinya dulu tak jauh dari pusat perbelanjaan ITC BSD, Tangerang. "Hidup ini kan enggak melulu untuk sendiri," ujar pria asal Aceh itu bercerita soal semangat mendirikan museum tersebut.

"Mulanya itu memang kontrak selama hampir dua tahun kemudian selanjutnya saya membeli tempat sendiri. Jadi enggak perlu pindah-pindah lagi. Nah kaya gitu sampai sekarang,” kisahnya.

Museum tersebut didirikan untuk menyebarkan jasa-jasa etnis Tionghoa di Indonesia. Menurut Azmi, banyak kontribusi etnis Tionghoa terhadap bangsa Indonesia, namun minim diketahui banyak orang. Cerita perjuangan tanpa stigma negatif dan diskriminasi.

“Informasi tentang nilai-nilai kepahlawanan seputar jasa-jasa orang Tionghoa itu kan masih minim sekali ya yang bisa diakses oleh masyarakat, yang diketahui oleh masyarakat. Yang berkembang di tengah masyarakat bahkan waktu saya mendirikan saat itu kan masih sangat negatif ya. Informasi yang berkembang itu yang bisa diakses oleh masyarakat itu yang informasi tentang hal-hal buruk dalam tanda kutip, yang disampaikan oleh golongan-golongan tertentu, pihak-pihak tertentu yang memang ingin mendiskreditkan orang-orang Tionghoa," terang dia.

Azmi merasa ada saat di mana sumbangan jasa etnis Tionghoa itu perlu diapresiasi dengan mengubah stereotipe keliru terhadap etnis Tionghoa. Bagaimanapun juga etnis Tionghoa adalah bagian dari bangsa Indonesia.

"Ini saatnya harus kita akhiri. Semua sama saja. Manusia itu tidak luput dari baik dan buruk. Jadi tidak ada bedanya kok," kisahnya.

museum pustaka peranakan tionghoa
©2020 Merdeka.com/Maria Brigitta Jennifer

Menurut Azmi, etnis Tionghoa juga ikut mewarnai perjalanan dan peradaban bangsa Indonesia. Mulai dari zaman kemerdekaan hingga reformasi seperti sekarang. Semangat para etnis Tionghoa itu dipegang teguh Azmi hingga sekarang.

Berjuang di tengah sesaknya pandangan diskriminatif. Bagi Azmi, ini sudah saatnya umat Tionghoa dibantu dan diapresiasi.

“Menurut saya, jika kita mengetahui tentang sejarah peradaban orang Tionghoa di Indonesia. Kita akan mengakui mereka adalah bagian penting dalam perjalanan bangsa ini. Mereka mendirikan juga, mereka berdarah-darah juga, mereka berjuang juga dengan senjata yang tidak hanya di sektor pendidikan, atau misalnya perdagangan, atau olahraga. Tapi mereka juga pejuang-pejuang tangguh yang tidak takut mati untuk membela bangsa dan negaranya," ucap Azmi.

Baca Selanjutnya: Museum Gratis demi Ilmu Gratis...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami