Merawat Toleransi, Cerita Ketua PWNU NTT Jadi Panitia Pesta Paduan Suara Gereja

Merawat Toleransi, Cerita Ketua PWNU NTT Jadi Panitia Pesta Paduan Suara Gereja
PERISTIWA | 13 Februari 2020 05:00 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Nasional II akan digelar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Oktober 2020. Tidak seperti pergelaran pertama di Ambon tahun 2018, mandat sebagai ketua panitia nasional kali ini diberi kepada umat Islam.

Gubernur Viktor B. Laiskodat menunjuk Ketua PWNU Nusa Tenggara Timur (NTT) Jamaludin Ahmaddin sebagai ketua panitia. Menurut Jamaludin Ahmad, ketika ditunjuk, dia kaget karena harus menjadi ketua panitia pada pergelaran akbar paduan suara umat Katolik. Namun mandat tersebut harus dia terima, demi lebih dikenalnya toleransi antarumat beragama yang selama ini terjalin.

"Setelah saya terima mandat dari gubernur, banyak yang menolak. Namun saya bilang, jadi ketua panitia bukan berarti setelah itu saya pindah agama? Kan tidak. Ini hanya untuk pembangunan Nusa Tenggara Timur, serta terjalinnya toleransi agama yang selama ini terjalin baik," kata Jamaludin ketika hadir dalam launching sayembara logo dan mars Pesparani tingkat nasional II, Selasa (12/2).

Menurut Jamaludin, sebagai ketua panitia nasional dia akan bekerja maksimal, sehingga ini tidak saja sebagai kegiatan umat Katolik namun untuk mendukung program pemerintah dari segi pembangunan rohani, maupun wisata dan budaya.

"Kita ingin memperkenalkan toleransi umat beragama Nusa Tenggara Timur di kancah nasional. Saya kira untuk pembangunan, tidak ada salahnya dan Nahdlatul Ulama mendukung penuh Pesparani tingkat nasional II di Kota Kupang. Saya ditunjuk sebagai ketua Pesparani nasional. Saya mohon doa sehingga kegiatan akbar ini bisa berjalan lancar," ujar Asisten I Setda NTT itu.

Dia menambahkan, Pesparani tingkat nasional II tidak saja dilihat sebagai kegiatan umat Katolik, namun untuk seluruh masyarakat NTT.

"Ini untuk nama Nusa Tenggara Timur, bukan saja hanya nama umat Katolik. Gubernur ingin banyak orang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, sesuai spiritnya Nusa Tenggara Timur bangkit dan Nusa Tenggara Timur sejahtera. Saya mau pas Pesparani itu umbul-umbul terpasang di depan rumah seluruh masyarakat Kupang," tutup Jamaludin. (mdk/cob)

Baca juga:
PGI Minta SKB 2 Menteri Soal Pendirian Rumah Ibadah Direvisi
Komentar Jokowi Renovasi Ditolak Warga, Begini Kondisi Gereja di Karimun Sekarang
Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Warga yang Tolak Renovasi Gereja di Karimun
Kemenag Minta Maaf Plt Dirjen Bimas Katolik Diisi Pejabat Beragama Islam
Wapres Soal Terowongan Penghubung Istiqlal dan Katedral: Lambang Kerukunan
Ma'ruf Amin Instruksikan Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama Tingkat Nasional
Jokowi Dukung Proyek Terowongan Penghubung Masjid Istiqlal & Gereja Katedral

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami