Meski 3 Daerah Zona Merah, Emil Klaim Pengendalian Covid-19 di Jabar Lebih Baik

Meski 3 Daerah Zona Merah, Emil Klaim Pengendalian Covid-19 di Jabar Lebih Baik
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ©2020 Merdeka.com/Aksara Bebey
PERISTIWA | 12 Oktober 2020 13:50 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan per minggu ini hanya ada tiga daerah yang masuk zona merah Covid-19. Dia mengklaim pengendalian Covid-19 sejauh ini sudah baik.

Tiga daerah yang masuk zona merah tersebut adalah Kabupaten Karawang yang masih terdapat klaster industri dan rumah tangga, Kabupaten Kuningan yang memiliki klaster pesantren. Satu lagi adalah Kabupaten Bekasi yang angka kasus masih tinggi.

Daerah di Bodebek kebijakannya segera dikoordinasikan menyusul Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang saat ini sudah melakukan PSBB transisi. Artinya, pengetatannya mulai dilonggarkan.

"Jabar secara umum hari ini beritanya banyak berita baik, kasus dan angka yang dilaporkan menunjukan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pertama kalinya di Jawa Barat zona merah hanya tiga, biasanya lima atau tujuh. Daerah yang masuk zona merah sebelumnya, Kota Bandung sudah oranye lagi, KBB (Kabupaten Bandung Barat) juga oranye lagi. Bandung raya tidak ada lagi zona merah," ucap dia di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (12/10).

Hal lainnya adalah ketersisian di rumah sakit menurun. Mengindikasikan ketersediaan ruang isolasi kembali tidak melewati batas WHO. Persentase ketirisian di rumah sakit di Jawa Barat berada di angka 54 persen setelah sempat berada di angka 58 persen.

Ridwan Kamil mengungkapkan, hasil pemeriksaan ratusan demonstran yang diamankan dalam demo UU Cipta Kerja tidak ada yang positif Covid-19. Hanya saja, pemeriksaan hanya sebatas bagi mereka yang ditangkap.

"yang melakukan demo selama Omnibus Law, tidak ada per hari ini terlaporkan, pengetesaanya mereka yang ditahan. Dugaan epidemiologinya tidak sedikit mereka yang berdemo di jalanan. Ini masih thesis, kita akan lihat seminggu ke depan apakah ada yang terpapar di keluarga yang kemarin ikut demo," ucap dia.

Disinggung mengenai vaksin, pria yang akrab disapa Emil ini menyebut opsi ketersediaan vaksin Covid-19 akan terbagi dua secara umum. Yang pertama adalah yang sedang dalam tahap pengetesan dan kedua adalah yang dibeli langsung oleh pemerintah pusat.

Ia akan melakukan pembahasan untuk membuka kemungkinan Pemprov Jabar terfasilitasi dari pembelian oleh pemerintah pusat. Dalam urutan epidemiologi, menurut dia, yang paling utama adalah imunitas dengan kuncinya keberadaan vaksin.

"Akan kita bahas secara mendalam, apakah Jabar terdampak, mendapat fasilitas vaksin (yang dibeli pemerintah pusat). Ke mana, bagaimana kita akan kondisikan. Dalam kedaruratan sumber bantuan akan kita carikan. Kalau belum ada vaksin, modalnya distancing, juga testing, tracing dan treatment," imbuh Ridwan Kamil.

Meski secara umum proses pengendalian Covid-19 sudah diklaim baik, Ridwan Kamil menilai aktivitas sekolah masih secara tatap muka belum bisa dilakukan. Pasalnya, belum ada daerah di Jawa Barat yang berstatus zona hijau.

"Sekolah itu dibuka kalau zona hijau. (Kondisi Jabar) Terkendali ini belum aman. Kasusnya masih ada. Aman itu zona hijau. Pertanyaan itu akan terjawab kalau ada zona hijau, tapi sekarang juga udah nanggung. Kurikulum udah bergerak. Keputusan kami based on data," kata dia.

Begitu pula dengan aktivitas pesantren. Keberadaan klaster di Kuningan menjadi salah satu pertimbangan. Ia sendiri sudah meminta Bupati Kuningan untuk melakukan tracing dan menerapkan siaga satu.

Berbeda dengan pembukaan bioskop yang dikeluarkan Pemerintah Kota Bandung, menurut dia, hal itu adalah kebijakan lokal meski secara epidemiologi menyepakati ada potensi bahaya.

"Tapi kalau sifatnya bisa diyakinkan tidak ada masalah. Intinya, setiap kebijakan itu harus tanggung jawab," pungkasnya. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami