Meski 'Membengkak', Status Gunung Merapi Tetap Waspada

Meski 'Membengkak', Status Gunung Merapi Tetap Waspada
PERISTIWA | 9 Juli 2020 20:59 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menemukan adanya deformasi atau pengembungan atau 'membengkak'. Adanya penggembungan ini diketahui muncul usai erupsi Gunung Merapi pada 22 Juni 2020 yang lalu.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menerangkan, penggembungan di Gunung Merapi tercatat 0,5 cm perhari.

"Penggelembungan sampai 0,5 sentimeter per hari. Sejak tanggal 22 Juni kemarin sampai sekarang. Jadi penggembungan terjadi setelah erupsi. Sebelum erupsi tidak ada (penggembungan)," katanya, Kamis (9/7).

Terkait adanya penggembungan ini, dia menerangkan, penggembungan belumlah signifikan. Hanik membandingkan penggembungan saat ini masih jauh angkanya dibandingkan saat kondisi erupsi Gunung Merapi di tahun 2006 dan 2010.

"Kalau kita bandingkan, erupsi tahun 2010 terjadi penggembungan (Gunung Merapi) 120 cm. Rata-rata 30-40 cm perhari,"kata Hanik.

1 dari 1 halaman

Hanik menuturkan dengan perhitungan penggembungan 0,5 cm perhari, dinilai ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah erupsi lebih banyak didominasi gas. Kondisi ini seperti saat erupsi pada Juni 2020 yang lalu.

Sementara kemungkinan kedua adalah kemungkinan munculnya kubah lava baru. Kondisi ini disebut Hanik seperti di tahun 2018 yang lalu.

"Kan sejak 2018, erupsi Merapi dengan ekplosifitas (daya letusan) 1. Ingat, ini eksplosif, itu letusan skala terendah untuk Gunung Merapi saat ini. Ini kalau dibanding 2010 (eksplosif) 4. Yang 2006 adalah (eksplosif) 2," terangnya.

Dia menambahkan meskipun ada penggembungan namun tidak ada perubahan status Gunung Merapi. Hanik menyebut sejak Mei 2018, Gunung Merapi masih berstatus waspada.

"Waspadanya tetap, tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer, potensi bahaya masih ada di radius 3 kilometer. Di bawah masih aman. Di luar radius itu masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Gunung Merapi Sedang 'Membengkak', BNPB Koordinasi dengan Bupati Sleman
Ganjar Sebut Perut Gunung Merapi Sedang 'Membengkak'
Gunung Merapi Menggembung, Proses Evakuasi Akan Terapkan Protokol Kesehatan
Jalur Merapi di Klaten Rusak, Pemprov Jateng Siapkan Rp14 M untuk Perbaikan
Gunung Merapi Erupsi, Begini Kondisi Jalur Evakuasi Warga yang Memprihatinkan
Candi Borobudur Terdampak Hujan Abu Gunung Merapi
Penampakan Merapi Saat Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 6.000 Meter

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami