Meski Mudik Dilarang, Jumlah Penumpang Bus di Depok Mengalami Kenaikan

Meski Mudik Dilarang, Jumlah Penumpang Bus di Depok Mengalami Kenaikan
Terminal Jatijajar Dibuka Kembali. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia
PERISTIWA | 23 April 2021 15:54 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Lonjakan penumpang di Terminal Jatijajar Kota Depok terjadi pada Kamis (23/4). Jika di hari biasa, jumlah calon penumpang angkutan umum antarkota mencapai 300, namun saat ini jumlah penumpang sedikit demi sedikit mengalami kenaikan mencapai 350 orang.

"Kemarin ada pergerakan meningkat sedikit. Biasanya manifest harian tadi pagi sebanyak 350 pemudik, ada peningkatan sedikit berdasarkan pengamatan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, Jumat (23/4).

Mayoritas penumpang menuju kawasan Jawa Tengah. Dalam satu bus bahkan sudah terisi sampai 40 persen. Ketika ditanya, mereka pulang kampung karena mengaku usahanya sedang turun omzet. "Jadi ke wilayah Jawa Tengah ada dalam satu bis sudah 40 persen terisi. Jadi banyak hal yang saya tanyakan karena mereka juga berjualan formal sudah turun, sehingga mereka kembali duluan. Kita tidak tahu apakah itu identifikasi mudik namun yang tadi adalah pulang kampung," tegasnya.

Untuk melakukan pemantauan terhadap warga yang nekat mudik menggunakan kendaraan pribadi, petugas juga melakukan penyekatan di tiga titik. Polres Metro Depok akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Depok.

"Tahun ini di Polres Depok kerja sama dengan Pemkot Depok sesuai dengan SE No 13 bahwa tahun ini atas kebijakan dan aturan dari pemerintah kita dilarang untuk mudik. Berkaitan dengan itu dari kami dari Polres dan Pemkot melakukan penyekatan di tiga titik lokasi yaitu perbatasan wilayah Depok menuju Bogor," kata Kepala Satuan Lalulintas Polres Metro Depok, AKBP Andi M Indra Waspada.

Tiga titik yang dimaksud yaitu di Jalan Raya Bogor. Kedua, di Kecamatan Sawangan arah Jalan Raya Tapos. Ketiga di Bojonggede. Pasalnya titik-titik tersebut menjadi alternatif bagi warga yang tidak melalui jalur jalan tol. Jika ditemukan warga yang hendak keluar kota di titik penyekatan maka akan diminta untuk putar baik, demikian sebaliknya.

"Jadi masyarakat yang nanti rencana akan dilakukan penyekatan di wilayah tol mereka akan jadi alternatif di wilayah kita. Nah di wilayah kita juga dilakukan filterisasi penyekatan tentunya kita persiapkan untuk putar balikkan dengan bersama di Kota Depok," tambahnya.

Pihaknya juga akan membangun delapan pos pantau dengan dua kategori yaitu pos penyekatan dan pos check point. Ada delapan pos yang akan didirikan terdiri dari tiga pos penyekatan dan lima pos check point.

"Penyekatan fokus untuk sekat seluruh masyarakat yang akan melintas di wilayah Depok. Pos check point diberlakukan sebanyak lima pos berkaitan dengan prokes dan pemantauan lalu lintas," ungkapnya.

Personel yang akan dikerahkan sebesar 1/3 dari kekuatan yang ada di Polres Metro Depok. Pihaknya juga akan dibantu oleh Dinas Perhubungan, Satpol PP dan tenaga kesehatan.

"Personel yang dikerahkan sebanyak 1/3 kekuatan Polres. Tidak hanya dari Polres, ada juga dari Dishub, Satpol PP dan tenaga kesehatan," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Ini Perjalanan yang Diizinkan serta Syaratnya
Pemerintah Beri Insentif ke Sektor Terdampak Larangan Mudik 2021
Warga yang Nekat Mudik ke Sragen akan Dikarantina di Rumah Hantu
Menhub Pastikan Angkutan Logistik Tak Terkena Pengetatan Syarat Perjalanan
Satgas Minta Masyarakat Patuhi Larangan Mudik Cegah Peningkatan Kasus Covid
Perhotelan di Solo Siap Karantina Pemudik Lebaran

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami