Meski Terkendala Pembebasan Lahan, UIII Diyakini Bisa Beroperasi September 2020

PERISTIWA | 18 November 2019 23:10 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin melakukan rapat bersama sejumlah menteri membahas pembangunan Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII). Hadir dalam rapat itu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Wakapolri Komjen Ari Dono.

Dalam rapat tersebut, Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi melaporkan perkembangan pembangunan UIII. Sejauh ini pembangunan sudah berjalan baik.

"baik pembangunan fisik, penyiapan akademik, juga berkaitan penyelesaian pembebasan lahan," kata dia di Istana Wapres, Jl Merdeka Utara, Senin (18/11).

Zainut mengakui, dari aspek pembangunan fisik belum maksimal lantaran terkendala pembebasan lahan. Tapi, beberapa capaian-capaian sudah terpenuhi. Semisal pembangunan asrama mahasiswa dan prasarana lainnya.

"Tinggal beberapa perlu peningkatan pembangunan fisiknya adalah masalah rektorat dan pendukung yang lain kemudian dengan penyiapan progres akademik," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Beroperasi September 2020

Meski terkendala pembebasan lahan dalam proses pembangunan, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Komaruddin Amin optimistis UIII akan mulai beroperasi pada September 2020. Nantinya, akan dibuka beasiswa untuk mahasiswa dari luar negeri untuk belajar.

"September (kegiatan belajar). Jadi proses pendaftarannya sejak Februari itu sudah mulai. Ada online registration, ada verifikasi, seleksi macam-macam minggu pertama September 2020 sudah kuliah. Dosennya juga dari luar negeri ada sekitar 7-10 orang," kata Kamaruddin.

Komaruddin mengatakan fakultas studi Islam merupakan yang paling siap di UIII. Dosen dari luar negeri juga turut diundang untuk mengajar.

"Jadi Islamic Studies yang akan mengintegrasikan atau mengkombinasikan tradisi kesarjanaan yang ada di beberapa negara. Misalnya studi Islam yang ada di Timur Tengah" jelasnya.

Dia melanjutkan tentang persentase jumlah mahasiswa. Terdiri dari 60 persen mahasiswa lokal dan 40 persen mahasiswa asing.

"Beasiswanya sudah kita upayakan untuk memberi beasiswa ke mahasiswa asing juga," jelasnya.

Tahun pertama UIII hanya untuk mahasiswa Pascasarjana. Pada tahun pertama ada 250 mahasiswa S2, dan 50 mahasiswa S3.

"Jadi untuk pertama 250, master degree kemudian doctoral degree sekira 50 orang," ucapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Penertiban Lahan Kondusif, Kemenag Optimistis Kampus UIII Beroperasi Mulai 2020
Wali Kota Depok Bantu Pembebasan Lahan UIII
Wapres JK Targetkan Universitas Islam Internasional Indonesia Selesai 2020
Tinjau Pembangunan Universitas Islam Internasional, JK Dengarkan Keluhan Kontraktor