Mewujudkan Pemilu Bersih dengan Kampung Anti Politik Uang

PERISTIWA | 17 Oktober 2019 01:32 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri, membuat terobosan dengan membentuk Kampung Anti Politik Uang. Langkah ini untuk mewujudkan Pemilu bersih dan meningkatkan partisipasi pemilih.

Ketua Bawaslu Kota Kediri, Mansur menjelaskan, kehadiran kampung anti politik uang dipusatkan di Perumahan Candra Kirana, Kota Kediri. "Penunjukkan area ini, karena Perumahan Candra Kirana sangat sesuai sebagai perwakilan Kawasan Elit di Kota Kediri," ujar Mansur kepada wartawan, Rabu (16/10).

Selain itu, lanjut Mansur, jika dilihat dari sisi masyarakatnya, warga di perumahan tersebut dinilai tidak membutuhkan banyak uang. Dengan begitu, potensi munculnya politik uang di kawasan tersebut bisa sangat minim terjadi.

Selain kampung anti politik uang, Bawaslu Kota Kediri, juga sedang membentuk kampung pengawasan partisipatif. Langkah ini, direalisasi dengan menunjuk Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri.

Dipilihnya Kelurahan Kaliombo karena telah memperoleh penghargaan dalam lomba siskamling. Dengan demikian, ke depan kawasan ini diharapkan mampu menjadi pelopor daerah lain untuk pengawasan terhadap segala bentuk pelanggaran Pilkada.

"Sebagai contoh, bentuk pelanggaran ini di antaranya berupa black campaign dan money politic," kata dia.

Baca juga:
Bawaslu Wacanakan Calon Petahana Harus Mundur di Pilkada 2020
Cegah Eks Koruptor jadi Kepala Daerah, Bawaslu Ingin DPR Kebut Revisi UU Pilkada
Politik Uang Masih Jadi Tantangan Bawaslu di Pilkada 2020
Dengan Anggaran Rp7 M, Bawaslu Siap Awasi Pilwalkot Solo
21 Daerah di Jateng Bentuk Desa Anti Politik Uang Jelang Pilkada
Bawaslu Minta DPR Revisi UU Pilkada, Larang Mantan Napi Jadi Calon Kepala Daerah
Bawaslu Prediksi Pilkada Badung dan Jembrana Berpotensi Calon Tunggal

(mdk/gil)