Mimpi Ganjar Pranowo di 2045: Masyarakat Bahagia, Jarinya Tidak Marah-Marah

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 12:37 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki banyak mimpi untuk Indonesia 2045. Salah satunya yaitu berharap nantinya masyarakat tidak banyak sebar hoaks dan marah-marah di sosial media.

"Mimpi saya simple masyarakat bahagia. Jarinya tidak pernah marah-marah. Biasanya ya, biasa kurang piknik atau pikniknya kurang jauh. Yang kedua bicaranya enak dan menyenangkan," kata Ganjar dalam seminar mimpi tokoh muda untuk Indonesia di 2045 di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (16/10).

Kemudian dia juga berhadap di era 4.0 saat ini Ganjar berharap dunia pendidikan bisa dapat kualitas yang baik. Mulai dari mobil SMK yang diberikan fasilitas mumpuni. Agar banyak anak-anak SMK tidak menganggur.

"Sebab itu, dunia industri harus memiliki partner," kata Ganjar.

Dia menjelaskan kali ini dunia industri sedang didorong agar penduduk di Indonesia bisa bekerja. Namun sampai saat ini kekurangannya di negara kita kata dia yaitu terkait perizinan yang sulit.

"Sehingga OTT masih terjadi, karena problem-problem mitigasi korupsi kita sudah lakukan tapi tidak ada perubahan," ungkap Ganjar.

Sebab itu, saat ini Ganjar berharap bisa membuat pemetaan agar inovasi dapat diterapkan di dunia industri. Sehingga kualitas pengelolaan pembangunan atau SDGs di Indonesia meningkat.

"Semua bisa diajak, perempuan anak, penyandang disabilitas. Nah kalau menuju 2045 kita tidak bisa membuat perubahan besar untuk menangkap ya kita bisa ditinggal," ungkap Ganjar.

Diketahui dalam acara tersebut juga dihadiri Mantan Ketua DPRD Oesman Sapta Odang, Bupati Musi Banyuasin, Dodi Alex Nurdin, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, hingga Bupati Bayuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Baca juga:
FX Rudy Selalu 'Adu Banteng' Dengan Ganjar Pranowo Setiap Bertemu
Kunjungi Putri Cempo, Ganjar Optimis Jateng Bisa Atasi Sampah
Ganjar Minta Wali Kota Solo Turun Tangan Atasi Kebakaran di TPA Putri Cempo
Ganjar Sebut Peneliti dan yang Bicara Soal Pemekaran Wilayah Harus Kredibel
Ganjar Pranowo Tegaskan Tak Ada Urgensi Pemekaran Wilayah Soloraya
Ganjar Sebut Wacana Pemekaran Wilayah Soloraya Tidak Relevan

(mdk/rhm)

TOPIK TERKAIT