Minta Dibuatkan Surat Jalan, Brigjen Prasetijo Utomo Bawa Fotocopy KTP Djoko Tjandra

Minta Dibuatkan Surat Jalan, Brigjen Prasetijo Utomo Bawa Fotocopy KTP Djoko Tjandra
Sidang Perkara Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra. ©2020 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam
NEWS | 3 November 2020 20:47 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Kepala Urusan Tata Usaha Biro Koordinator dan Pengawasan (Kaur TU Ro Korwas) PPNS Bareskrim Polri, Kompol Dody Jaya mengaku mendapat identitas Djoko Tjandra untuk membuatkan surat keterangan palsu dari Brigjen Prasetijo Utomo. Brigjen Prasetijo saat itu menjabat Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) PPNS Bareskrim Polri.

Hal itu terungkap saat kuasa hukum Brigjen Prasetijo, Soesilo Aribowo menanyakan kepada Dody dari mana mendapatkan identitas Djoko Tjandra untuk pembuatan surat.

"Ketika tanggal 18 saudara mengisi surat kesehatan atas nama Djoko Tjandra, identitas dari mana? menggunakan KTP?" tanya Soesilo.

Menjawab hal itu, Dody mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan identitas Djoko Tjandra untuk membuatkan surat kesehatan dari Brigjen Prasetijo. Identitas Djoko Tjandra yang diberikan Brigjen Prasetijo berupa fotocopy KTP.

"Fotocopy KTP atas nama Djoko Soegiarto Tjandra. Saya terima dari Pak Pras, saya nggak tahu Pak Pras dapat dari mana," kata Dody.

Sementara untuk surat jalan, Dody menjelaskan bahwa tidak memerlukan indentitas Djoko Tjandra. Sebab menurut dia, dalam surat jalan diberikan kepada Anita Dewi Kolopaking sedangkan Djoko Tjandra sebagai pengikut atas perintah dari Brigjen Prasetijo.

"Kalau yang surat jalan pertama itu pengikut Djoko Tjandra nggak perlu NIK, yang perlu hanya Anita. Karena pengikut bisa siapa saja," kata Dody.

"Kan perintah (Brigjen Prasetijo), karena dalam format surat jalan engga pakai identitas, tidak ada alamat. Surat jalan pertama diberikan Kepada, Nama, NRP, Jabatan, Tujuan, berangkat tiba dan Tanggal keberangkatan," tambahnya.

Atas keterangan dari Dody, tim kuasa hukum kembali menanyakan kepada Dody mengapa tidak menanyakan siapa Djoko Tjandra yang tercantum dalam surat jalan.

Dody menjawabnya bahwa dia tidak menanyakan sosok Djoko Tjandra lantaran hanya menjalankan perintah sesuai permintaan Brigjen Prasetijo.

"Saya enggak mungkin tanya Pak, mohon maaf sekali, yang diperintahkan itu saya kerjakan," ucap Dody.

Baca Selanjutnya: Perintah Brigjen Prasetijo...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami