Minta Kades Dibebaskan, Warga Bawa Sajam Geruduk Polsek Adonara Barat

PERISTIWA | 1 Desember 2019 11:04 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Matias Kopong, Kepala Desa Bukit Seburi 1, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ditangkap polisi karena diduga sebagai provokator pembakaran rumah warga, Dominikus. Dominikus dituding memiliki ilmu santet.

Tak terima Kades ditahan, 30 warga menggeruduk Polsek Adonara Barat, Sabtu (30/11) kemarin. Mereka datang membawa senjata tajam dan menuntut Matias dibebaskan. Para warga pun diamankan polisi.

"Kita amankan kepala desa dan beberapa warganya datang ke Polsek minta untuk Kades dibebaskan sambil teriak-teriak seperti orang kerasukan roh leluhur, sehingga 30 orang dengan kades saya perintahkan untuk diamankan," kata Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams, Minggu (1/12).

1 dari 1 halaman

Pura-Pura Kesurupan

Menurut Deny, 30 warga kini telah diamankan di Polres Flotim dan sedang menjalani pemeriksaan. Mereka yang diamankan juga terkait kepemilikan senjata tajam dan provokasi dengan berpura-pura kerasukan roh leluhur.

"Sementara kami masih pemeriksaan untuk menentukan siapa-siapa saja yang terlibat dan bisa jadi tersangka," ujarnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Polri Soal Penertiban Buzzer: Yang Jadi Masalah Aktif Sebarkan Isu Provokasi
Polisi Tangkap Driver Ojek Online Provokasi Lempar Kotoran Manusia ke Panser
Sebar Foto Hoaks dan Provokasi, Seorang Pesilat di Trenggalek Ditangkap Polisi
Perludem Minta Petugas Tindak Tegas Berefek Jera untuk Provokator Kerusuhan
Sebarkan Video Provokasi, Koordinator Relawan Prabowo di Aceh Jadi Tersangka
Posting Status Provokatif, Seorang Pria di Sidoarjo Diamankan Polisi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.