Minta maaf, Dikti sebut dana beasiswa tertahan di Kemenkeu

PERISTIWA | 9 September 2014 15:25 Reporter : Juven Martua Sitompul

Merdeka.com - Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Kemendikbud Supriadi Rustad mengakui dana beasiswa Dikti untuk term 2 tahun 2014 belum cair. Penyebabnya, dana itu tidak dikelola langsung Kemendikbud melainkan di bawah kewenangan Kementerian Keuangan.

"Kami minta maaf kepada mahasiswa dan masyarakat secara luas atas ketidakpuasannya. Banyak orang membayangkan duit beasiswa itu ada di Dikti. Kenyataannya enggak begitu, duit ada di Kemenkeu," kata Supriadi saat ditemui di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (9/9).

Supriadi menjelaskan, proses pencairan beasiswa sangatlah rumit. Pihak Dikti harus mengirim surat rekomendasi kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KKPN) dan proses itu pun berlangsung selama 2 minggu.

Setelah proses itu berjalan, Supriadi pun mengungkapkan pengiriman dana beasiswa bukan dilakukan oleh pihak Dikti melainkan Kemenkeu.

"Hey Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KKPN) tolong bayarkan uang ini ke si anu (peserta beasiswa)," ucap Supri meniru proses pengiriman uang yang dilakukan Kemenkeu.

Sebelumnya sebanyak seribu lebih mahasiswa Indonesia penerima beasiswa dari Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud yang sedang menempuh pendidikan di kampus-kampus di luar negeri resah karena dana tak kunjung cair. Beberapa bahkan terancam di-drop out karena tak bisa membayar tuition fee (biaya kuliah) yang jatuh tempo di bulan September ini. Dana itu seharusnya cair sejak bulan Juli lalu.

Melalui pengaduan yang disampaikan di situs lapor.ukp.go.id pada bulan Agustus lalu, salah satu mahasiswa yang enggan mengungkapkan identitasnya mengadukan nasibnya. Berikut isi aduannya seperti dikutip merdeka.com, Senin (9/9):

Saya penerima beasiswa DIKTI Luar Negeri. Saat ini, saya dan 1400-an penerima beasiswa DIKTI LN terancam berbagai masalah karena beasiswa yang seharusnya Term-2 cair pada bulan Juli hingga kini TIDAK ADA KEJELASAN kapan akan dicairkan.

Menanggapi hal tersebut, Supri meminta maaf kepada seluruh peserta beasiswa dam masyarakat secara umum. "Kami minta maaf kepada mahasiswa dan masyarakat secara luas atas ketidakpuasannya," imbuhnya. (mdk/bal)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.