Minta Masukan Ulama dan Kiai, Pansus DPRD Jatim Matangkan Raperda Ponpes

Minta Masukan Ulama dan Kiai, Pansus DPRD Jatim Matangkan Raperda Ponpes
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno. ©Istimewa
PERISTIWA | 10 Maret 2021 21:31 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Jawa Timur terus mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Pondok Pesantren (Ponpes). Termasuk diantaranya, meminta masukan dari ulama dan kiai Ponpes di Jawa Timur.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menegaskan, pihaknya mengawal ketat pembahasan Raperda tentang Pengembangan Ponpes ini. Pihaknya, bahkan melakukan kunjungan ke beberapa Ponpes untuk meminta

“Kita akan kawal dan ikut membahas dengan intens, bahkan juga melakukan kunjungan ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur,” kata Untari, Rabu (10/3).

Tak hanya melakukan kunjungan ke beberapa pesantren, untuk menambah bekal dalam pembahasan Raperda Ponpes, Fraksi PDI Perjuangan juga mengundang ulama pengasuh ponpes.

Pihaknya telah mengundang pengasuh Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, KH Muhammad Zakki, di ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. Di depan anggota fraksi, Kiai Zakki banyak memberi masukan kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan, khususnya bagi anggota fraksi yang masuk Pansus Raperda Ponpes, sebagai bahan pembahasan.

“Masukan dari pak Kiai Zakki, tentu sangat berharga bagi kami sebagai bekal dalam pembahasan Raperda Ponpes. Sehingga nantinya perda ini benar-benar menyentuh pesantren, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Anggota Pansus Perda Pondok Pesantren Erma Susanti menambahkan, pihaknya menghadirkan narasumber terkait perda yang sedang dibahas ini adalah gagasan Ketua Fraksi, Sri Untari Bisowarno.

"Ini tentu memberi wawasan lebih luas lagi kepada kami. Kami akan terus mengundang pakar-pakar sesuai dengan perda yang dibahas untuk berdiskusi di fraksi kami," kata Erma.

Sri Untari kembali menimpali, jika ponpes di Jatim merupakan salah satu pilar penting yang harus turut dijaga. Untuk itu, pihak akan sangat serius dalam pembahasan Raperda tersebut.

"Kami sadari bahwa pondok pesantren adalah salah satu pilar penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Maka sudah sangat wajar jika kami cukup serius turut andil dalam pembahasan Raperda Pondok Pesantren. Semoga Raperda ini nanti membawa kemaslahatan untuk kita semua," tuturnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Kiai Zakki mengatakan, untuk melakukan pengembangan pesantren menuju pesantren entrepreneur yang selaras dengan Program Pemprov Jatim “one pesantren one product”, tidak bisa dipukul rata.

“Kalau pesantren entrepreneur ini harus didekati dengan cara yang pas, tidak semua pesantren itu entrepreneur. Kalau karakter entrepreneur-nya tidak terbangun, maka tidak akan bisa berhasil,” beber Kiai Zakki.

Menurutnya, langkah awal untuk membangun pondok pesantren berbasis entrepreneur adalah dengan membangun karakter santripreneur. Kalau karakter santri sudah terbentuk maka akan muncul jihadpreneur, yakni jihad untuk bekerja dan itu bagian dari ibadah.

“Pesantrenpreneur ini pertama penguatan karakterpreneur. Kalau karakter ini tidak dibentuk di pesantren, apapun yang kita berikan pasti mubazir. Penguatan manajemen ini penting menurut saya dan pesantren itu harus dikelola secara profesional, kemudian jangan memproduksi produk tapi kuasai pasar terlebih dahulu,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, bahwa Raperda Ponpes ini nantinya akan menjadi ruh dari masa depan pondok pesantren.

Dia juga menyampaikan, untuk pengembangan pesantrenpreneur, yang juga perlu diperhatikan adalah dengan mengklasifikasikan pondok pesantren. Sebab menurut Kiai Zakki, setiap pondok pesantren memiliki karakteristiknya sendiri, mulai dari pondok salaf (tradisionalis) sampai pondok modern.

“Untuk menghadapi pesantren ini perlu pendekatan khusus, karena pesantren memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada pesantren salaf, pesantren khalaf, pesantren modern, dan pesantren entrepreneur. Pendekatannya tentu berbeda-beda,” terangnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Semangat Santri di Tengah Keterbatasan
Mensos Risma Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Longsor di Ponpes Pamekasan
Selesai Diisolasi, Ratusan Santri di Tasikmalaya Dibolehkan Pulang
Wagub Jabar Sebut Munculnya Klaster Pesantren di Luar Kendali
Wagub Jabar soal Klaster Pesantren: Tidak Banyak, Hanya Beberapa Titik
Langgar Aturan, HP Mahal Santri Ponpes Diremuk di Atas Sajadah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami