Minum Disinfektan Campur Sari Buah, 19 Tahanan LP Perempuan Dirawat di RSUP Sanglah

Minum Disinfektan Campur Sari Buah, 19 Tahanan LP Perempuan Dirawat di RSUP Sanglah
Rumah Sakit Sanglah. ©2018 Istimewa
NEWS | 11 Juni 2021 14:31 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepala Instalasi Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, dr I Made Mulyawan menyampaikan, ada 19 orang Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA, Denpasar, dilarikan ke IGD Rumah Sakit Sanglah, karena meminum cairan disinfektan.

"Total sampai hari ini mulai kemarin, jam 15.30 Wita awal masuk pasien sampai hari ini tanggal 11. Sudah 19 pasien masuk ke instalasi gawat darurat Rumah Sakit Sanglah," kata Mulyawan, Jumat (11/6).

Ia menerangkan, rata-rata pasien Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berusia dari 21 hingga 30 tahun. Sementara, dari keluhan pasien bervariasi. "Mulai dari nyeri kepala, pusing, mual, dan ada sesak, Kemudian kabur penglihatan," imbuhnya.

Ia menyampaikan, untuk tindakan pertolongan tentu menyelamatkan nyawa pasien dengan melakukan stabilisasi.

"Kita memberikan pertolongan pertama, untuk menangani pasien yang terancam nyawanya atau hidupnya untuk melakukan stabilisasi kemudian sampai kita melakukan cuci darah," jelasnya.

Ia mengatakan, bahwa pasien WBP yang meninggal dunia diketahui satu orang dan pasien lainnya pihaknya masih melakukan observasi dan investigasi untuk mengetahui apa penyebab sebenarnya.

"Ada satu meninggal, itu yang kemarin. Pertama kali ada empat orang yang datang satu meninggal, sisanya masih kita rawat di IGD. Untuk kondisinya masih stabil dan perlu melakukan observasi dan investigasi apa sebenarnya penyebab itu," ujar Mulyawan.

Seperti yang diberitakan, sebanyak 8 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A Denpasar, Bali, meminum disinfektan yang dicampur dengan minuman merk nutrisari dan akibatnya satu orang tewas.

"Mereka mengaku meminum Disinfektan dicampur (nutrisari)," kata Lili selaku Kalapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan, saat dihubungi Jumat (11/6).

Para WPB yang meminum disinfektan itu, merupakan narapidana kasus narkoba. Mereka, awalnya sempat mengeluh sakit maag. Tetapi, pihak Lapas mulai curiga ada kejanggalan setelah salah satu WPB itu mengalami muntah.

"Pertama mengaku sakit maag, setelah kita berikat obat, lama-lama mereka muntah, kita kan curiga," jelasnya.

Karena, melihat sejumlah WPB yang muntah itu, pihaknya langsung melakukan interogasi dan akhirnya mereka mengakui telah meminum disinfektan.

"Iya, langsung cepat kita bawa ke Rumah Sakit Sanglah. Kita, tidak main-main penyelamatan nyawa itu yang kita dahulukan semuanya," jelasnya.

Ia menerangkan, para WBF menyalahgunakan disinfektan dan meminumnya pada Selasa (8/6) lalu. Tetapi, pada saat itu para WBP tidak mengakui meminum disinfektan. Kemudian, mereka baru mengakui meminum disinfektan pada Kamis (10/6) pagi dan pihak Lapas langsung membawa para WBP ke RSUP Sanglah Denpasar.

Satu orang di antaranya tak tertolong dan dinyatakan meninggal di RSUP Sanglah. "
Di rumah sakit meninggal. Disinfektan ini untuk protokol kesehatan ini disalahgunakan," ujar Lili. (mdk/ded)

Baca juga:
8 Napi Wanita di Bali Minum Desinfektan Dicampur Nutrisari, 1 Tewas
Warga 4 Dusun di Karawang Keracunan Massal, Diduga akibat Kebocoran Gas
2 Pekerja di Lumajang Tewas Dalam Tangki Truk Berisi Pupuk
Puluhan Warga Karanganyar Diduga Keracunan Takjil yang Disantap saat Buka Bersama
Pelajar SMK di Langkat Bunuh Diri Minum Racun, Alasannya Bikin Miris
Puluhan Warga Cibeber-Cianjur Keracunan Kikil Kulit Sapi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami