Miris, Bangunan Madrasah dengan 100 Siswa di Pandeglang Nyaris Ambruk

PERISTIWA | 22 Juli 2019 16:00 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Islah di Kampung Situpotong, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang kondisinya memprihatinkan. Empat ruang kelas kondisinya rusak, dua di antaranya nyaris ambruk.

Pimpinan Madrasah Amri mengatakan, madrasah yang berdiri sejak 10 tahun yang lalu tersebut, dibiarkan rusak selama tiga tahun silam, lantaran pihak madrasah tidak memiliki dana untuk membangun. Sudah beberapa kali mengajukan proposal ke Pemda setempat namun tidak ada tanggapan.

"Sudah tiga tahun (rusak). Namanya dari bambu kan cepat rusak. Sekarang mau roboh, tadinya cuma rusak dindingnya aja," kata Amri kepada wartawan, Senin (22/7).

Menurut Amri, selama 10 tahun beroperasi, madrasah tersebut belum pernah mendapat sentuhan dan perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang. Padahal Madrasah Al-Islah adalah satu-satunya MDTA di Kampung Situpotong.

©2019 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Meski dalam keadaan rusak parah, murid di madrasah tersebut tetap memakai ruangan kelas yang hampir ambruk tersebut untuk kegiatan belajar mengajar.

"Ya tetap dipakai (belajar) meski bocor-bocor tetap masuk. Murid semuanya ada 100 siswa dari kelas 1 sampai kelas 4," katanya.

Untuk diketahui sebelumnya, dunia pendidikan di Kabupaten Pandeglang, Banten sempat heboh dengan kabar Nining Suryani (45) seorang Guru Honorer SD Negeri Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang tinggal di Toilet Sekolah sehingga mendapat sorotan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. (mdk/bal)

Baca juga:
Miris, Sekolah Dasar Negeri Tanpa Meja Kursi dan WC
Gedung Sekolah Terbakar, Siswa SD di Karawang Belajar di Lantai
Kelas Direnovasi, Ratusan Pelajar SD di Subang Terpaksa Belajar di Halaman Sekolah
Pemerintah Anggarkan Rp7 T Revitalisasi Sekolah Hingga Pasar di 2019
10 Ruang Belajar di SMPN 22 Pontianak Ambruk
Jokowi Janji Segera Perbaiki Sekolah Terdampak Banjir Sentani

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.