Miris, demi sekolah anak-anak di Banten ini rela terobos sungai

PERISTIWA | 11 Juni 2014 10:24 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Anak-anak sekolah di Kampung Ciraden Desa Batu Hideung Kecamatan Cimanggu Pandeglang Banten setiap harinya harus menerobos derasnya arus sungai Cipatujah dan meniti jembatan bambu yang rapuh demi menuju lokasi sekolah mereka di Kampung Pasir Nangka Desa Tugu yang berjarak 2 km.

Kondisi Kampung Ciraden Desa Batu Hideung, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang Banten yang lokasinya bersebelahan dengan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon ini ditinggali penduduk berjumlah 120 KK, dan kampung tersebut sangat terisolir terlebih pada musim hujan. Karena akses menuju kampung tersebut harus menerobos aliran sungai dan meniti jembatan bambu yang rapuh.

Parahnya lagi jalan tersebut setiap harinya menjadi akses puluhan anak-anak kampung tersebut untuk menuju ke sekolahnya yang berjarak sekitar 2 km. Apabila daerah tersebut diguyur hujan deras anak-anak ini harus memutar sejauh 7 km karena air sungai meluap.

Nana (45) salah seorang guru yang mengajar di SDN Ciraden, mengatakan terkadang sekolah libur jika air sungai meluap karena anak-anak tidak bisa melintasi sungai. "kalo sungai meluap akibat hujan terpaksa siswa banyak yang tidak sekolah, karena sangat berbahaya kalo sungai dilintasi," ujarnya.

Sementara itu Rahma (15) salah satu siswi SMK Pasir Nangka, dirinya berharap pemerintah agar segera memperhatikan kondisi kampungnya, yang berdampak mengganggu aktivitas belajar. "Mengharapkan agar pemerintah dapat membangunkan jembatan permanen agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu bila musim hujan," ujarnya.

(mdk/hhw)

TOPIK TERKAIT