Misi Kemanusiaan di Tengah Lautan

Misi Kemanusiaan di Tengah Lautan
Story foto misi kemanusiaan Sriwijaya Air SJ182. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori
PERISTIWA | 16 Januari 2021 08:07 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Tangan - tangan itu menguatkan seorang perempuan yang dirundung duka. Wajahnya memandang lama sebuah pigura. Foto Okky Bisma, suaminya. Korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Air mata tak terbendung lagi. Mengalir deras bersama kabar sebuah pesawat yang menghantam bumi. Baru empat menit selepas meninggalkan ujung aspal landasan pacu. Hari itu, Sabtu 9 Januari 2021.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Ada 62 orang di dalam si besi terbang. Ada yang mengudara untuk bekerja. Beberapa di antaranya mengunjungi sanak keluarga. Ada pula yang bersiap untuk hari bahagia pesta pernikahan. Perjalanan mereka berhenti, sebelum tiba di tujuan. Mereka tak kembali pulang.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Semua mata tertuju ke sana. Kecelakaan pesawat di atas perairan Kepulauan Seribu, yang tak jauh dari pusat ibu kota Jakarta. Laut yang semula tenang, berubah kelam. Menemani proses pencarian. Belasungkawa datang dari petinggi negara. Tak terbendung duka di dunia maya.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Kapal perang dikerahkan. Segala sumber daya dan kemampuan dimaksimalkan. Atas nama misi kemanusiaan. Mencari lokasi jatuhnya pesawat di laut yang tak terlalu dalam. Berharap keajaiban, bisa menyelamatkan korban.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Ribuan orang terlibat dalam aksi kemanusiaan. Basarnas, personel TNI, anggota kepolisian, KNKT, relawan, hingga nelayan. Berhari - hari memandang luasnya laut tak bertepi. Mencari petunjuk pasti.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Ada yang memantau dari udara. Memberi tanda bagi tim penyelam untuk pergi ke dasar lautan. Hingga akhirnya jejak pesawat berhasil ditemukan.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Satu per satu kantong besar berwarna oranye diangkat ke permukaan. Di dalamnya ada yang berisi serpihan pesawat, ada juga korban jiwa. Tak ada kata lelah dalam pikiran. Terus mengevakuasi tanpa mengharap penghargaan.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Di bawah pekatnya malam, lantunan doa terdengar. Dari aula dekat dek landasan helikopter di KRI Semarang. Para prajurit duduk melingkar. Khusyuk memanjatkan doa. Agar diberi kekuatan dalam misi penyelamatan. Sekaligus mendoakan para korban.

"Hanya kekuatan Allah untuk kita dapat melaksanakan tugas dengan baik," ujar Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi Sriwijaya, Laksamana Yayan Sofyan, ketika memimpin pengajian pada Senin malam itu.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©Liputan6.com/Faizal Fanani

Bongkahan besar mesin pesawat dan turbin ditemukan. Dibawa ke daratan untuk keperluan pemeriksaan. Bentuknya sudah tak beraturan. Tercermin kerasnya benturan.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Sinyal dari kotak hitam menyusul kemudian. Diambil dari kedalaman. Tapi hanya sebagian. Flight Data Recorder (FDR) yang merekam data-data penerbangan. Data ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, autopilot, dan lainnya. Sementara Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perekam suara di kokpit masih dalam proses pencarian.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©Liputan6.com/Johan Tallo

Misi kemanusiaan belum paripurna. Pencarian terus dilanjutkan. Selalu ada kebaikan di tengah musibah dan duka rakyat Indonesia.

story foto misi kemanusiaan sriwijaya air sj182
©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

(mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami