Misteri Kasus Balita Tewas Tanpa Kepala di Samarinda

PERISTIWA | 10 Desember 2019 07:00 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Warga Samarinda digegerkan dengan penemuan jasad balita tanpa kepala di parit, Jalan Pangeran Antasari II RT 30, Teluk Lerong Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur. Balita tersebut diketahui bernama Ahmad Yusuf Ghazali (4).

Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa mengatakan jasad balita Ahmad Yusuf Ghazali, sejak ditemukan, memang sudah tidak utuh lagi.

"Banyak anggota tubuh dari korban yang sudah tidak ada. Kemungkinan besar, karena sudah cukup lama sejak kejadian, sudah 16 hari," ujar Damus, Senin (9/12).

Pihak polisi masih menyelidiki apa penyebab kematian Yusuf. Berikut kasus tewasnya balita tanpa kepala yang masih menjadi misteri:

1 dari 5 halaman

Dilaporkan Hilang

Sebelum ditemukan tewas secara mengenaskan, Yusuf dilaporkan dilaporkan hilang saat masih berada di sekolah PAUD Jannatul Atfhaal Jumat (22/11) pukul 15.00 WITA. Bambang Sulistyo (37) dan Meli Sari (30), meyakini jasad yang ditemukan di parit adalah anak balitanya yang hilang.

"Sudah, sudah dipastikan itu anak saya. Istri saya tadi yang melihat pakaiannya. Iya benar, itu anak saya," kata Bambang, kepada merdeka.com, di kamar jenazah RSUD AW Syachranie, Minggu (8/12).

Polisi menyimpulkan sementara ini, jenazah balita itu adalah balita dari orangtua Bambang, yang hilang sekitar dua pekan terakhir ini.

"Itu dilihat dari ciri pakaian jenazah saat ditemukan, dengan pakaian yang dikenakan saat hari terakhir itu (di PAUD)," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa, ditemui malam ini.

Diketahui, balita Yusuf diketahui hilang Jumat (22/11) sore, sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, ada 2 ibu asuh/pendamping, dimana 1 ibu asuh mengasuh 7 anak. Saat salah satu ibu asuh buang air kecil, Yusuf bersama anak lain dijaga ibu asuh kedua, yang kemudian membuat susu di dapur.

Namun, usai buang air kecil, ibu asuh pertama tidak lagi melihat Yusuf. Kepala Sekolah PAUD Jannatul Athfaal Mardiana melaporkan itu ke orangtua Yusuf. Hingga akhirnya, orangtua korban melapor ke Polsek Samarinda Ulu, sehari kemudian, Sabtu (23/11) lalu.

2 dari 5 halaman

Tolak untuk Diautopsi

Untuk mengetahui penyebab kematian putranya, Bambang Sulistyo menolak anaknya untuk diautopsi, dan berkeinginan memakamkan putranya malam ini juga.

"Habis dimandikan, langsung bawa pulang," terang Bambang, Minggu (8/12).

Sementara itu, terkait penolakan autopsi balita Yusuf dari pihak keluarga, Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa mengatakan hal tersebut tidak masalah. "Tetap, kita melakukan pemeriksaan kembali," ucap dia, Senin (9/12).

"Apakah benar jasad anak itu adalah anak dari Pak Bambang (ayah kandung balita Yusuf)? Kita hanya menguatkan, walaupun tadi malam, disampaikan ciri melekat anak itu terkait pakaian, sesuai dengan anak itu," sambung Damus.

3 dari 5 halaman

Kesaksian Pengelola PAUD

Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Jannatul Athfaal Mardiana menuturkan, pihaknya dimintai keterangan soal kronologi hilangnya Yusuf hingga diduga tercebur ke parit.

"Mulai dari balita Yusuf datang dan disambut bundanya (ibu asuh) sampai di akhir kejadian (balita Yusuf hilang)," kata Mardiana.

Dia mengaku bersama ibu asuh sudah dua kali mencari Yusuf di sekitar sekolah PAUD usai tidak melihatnya di dalam ruangan. "Dua kali keliling-keliling. Saat itu juga tidak banjir, tidak hujan," ujar Mardiana.

4 dari 5 halaman

Polisi Gelar Prarekonstruksi

Polisi melakukan pra rekonstruksi di sekolah PAUD yang diduga lokasi hilangnya balita Ahmad Yusuf Ghazali (4). Yusuf hilang sekitar 2 Minggu lalu dan jasadnya ditemukan tanpa kepala di parit.

Sekitar 25 personel tim Reskrim gabungan Polsek dan Polresta Samarinda, termasuk tim Inafis memulai pra rekonstruksi sekitar pukul 08.15 WITA. Prarekonstruksi dilakukan di dalam ruangan dan luar sekolah PAUD. Tim Inafis juga menyelidiki alur parit terkait dugaan balita Yusuf tercebur hingga terseret arus hingga lokasi jasadnya ditemukan.

"Kami lakukan belasan adegan prarekon. Di mana awal anak itu dinyatakan hilang 22 November kemarin. Kami tanyakan ke pemilik tempat penitipan," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa ditemui di lokasi, Senin (9/12).

Damus menerangkan, adegan prarekonstruksi belum mengerucut kepada dugaan tindakan kriminal yang menyebabkan kematian balita Yusuf. "Sejauh ini tidak ada (dugaan tindak kriminal). Ini prarekon untuk awal saja," ujar Damus.

Polisi terus bergerak menyelidiki kasus meninggalnya balita Yusuf. Tercatat, tidak kurang 9 saksi telah dimintai keterangan.

5 dari 5 halaman

Warga Bantu Polisi Cari Kepala Jasad

Polisi dan warga saat ini masih terus berusaha mencari kepala Yusuf yang jasadnya ditemukan di parit. Relawan kebencanaan Samarinda, bergerak mencari organ tubuh balita Yusuf.

Tidak kurang 15 personel, sekira pukul 11.30 Wita tadi, memulai penelusuran parit besar hingga kecil, dari titik penemuan jasad balita Yusuf, di permukiman Jalan Pangeran Antasari II RT 30 Kelurahan Teluk Lerong Ilir.

"Kami lakukan pencarian di darat dan di air. Baik itu mulai dengan jalan kaki menelusuri parit sampai menggunakan perahu," kata salah satu koordinator relawan kebencanaan Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto, kepada merdeka.com, Senin (9/12) siang. (mdk/dan)

Baca juga:
Warga Bantu Polisi Cari Kepala Jasad Balita di Samarinda
Polisi Gelar Prarekonstruksi Selidiki Kasus Balita Tanpa Kepala di Samarinda
Jasad Balita Tanpa Kepala Rupanya Anak yang Hilang di PAUD 2 Minggu Lalu
Polisi Belum Temukan Titik Terang Kasus Balita 4 Tahun Hilang di PAUD Samarinda
Balita Hilang di Sekolah PAUD di Samarinda, Orangtua Sebut Diculik
Dua Bocah di Makassar Diculik dan Ditukar dengan Beras 2 Karung

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.