Hot Issue

Misteri Motif Penyerangan di Perumahan Green Lake City

Misteri Motif Penyerangan di Perumahan Green Lake City
PERISTIWA | 22 Juni 2020 06:05 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Dengan wajah ditutup, sekelompok orang mengamuk di sebuah rumah di Klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Tangerang, Minggu (21/6).

Membawa senjata tajam, mereka yang rata-rata menggunakan baju lengan panjang mengamuk, menghancurkan rumah milik Nus Kei. Insiden berdarah itu terjadi sekitar Pukul 13.00 WIB.

Sempat terdengar bunyi letusan tembakan. Sang pemilik rumah tak ada di lokasi. Sekelompok orang tersebut menghancurkan sejumlah barang termasuk mobil yang terparkir di halaman rumah.

Tetangga Nus Kei pun kaget bukan kepalang dengan aksi tersebut. Beruntung, anak-anak yang sedang berada di rumah selamat.

"Pemiliknya lagi keluar. Keluarganya yang ada di dalam pun berhasil diselamatkan karena disembunyikan di lantai atas. Itu dua perempuan dan satu lelaki," kata Bertty Busekey, tetangga Nus Key di lokasi kejadian.

Seorang satpam perumahan elite tersebut pun menjadi korban. Kakinya dikabarkan patah karena menghalangi mobil yang disebut berjumlah empat penuh dengan orang kabur dari perumahan.

Pagar tinggi perumahan telah ditutup untuk mengantisipasi pelaku kabur. Namun apa daya, mereka menabrak pagar itu sehingga berhasil melarikan diri.

1 dari 4 halaman

Tidak cuma satpam, pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi pun dikabarkan terkena luka tembak akibat peluru nyasar.

“Yang tertembak ojek online saat lagi dekat dengan lokasi. Korban yang ditabrak itu satpam komplek, saat mengadang mobil pelaku ketika keluar komplek," jelas Bertty yang mengaku tak tahu detil, hanya dari cerita beberapa saksi mata.

Sementara itu, Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Yudhistira Midyahwan belum mau bicara banyak. Tapi yang jelas, polisi langsung mengamankan lokasi kejadian usai insiden tersebut.

"Masih kita dalami, informasi lengkap masih kita gali," ungkap Waka Polres Metro Tangerang, Minggu (21/6).

Polisi juga telah menggelar olah tempat kejadian perkara. Dan mengumpulkan para saksi untuk dimintai keterangan.

2 dari 4 halaman

Tak jauh dari lokasi penyerangan, seorang pria tampak tergeletak dengan tubuh penuh darah di tengah jalan. Tepatnya, di pertigaan ABC, Jalan Kresek Raya, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Sekitar dua kilometer dari lokasi penyerangan.

Yustus Corwing Rahakbau (46) tewas mengenaskan setelah dibacok sekelompok orang. Tak puas membacok, korban juga dilindas menggunakan mobil di depan keramaian warga.

jarak green lake city ke jalan kresek

©2020 Merdeka.com/googlemaps

Kronologi menurut saksi mata, saat itu korban sedang berjalan melintasi lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor merk Yamaha N-MAX dengan nomor polisi B 6945 VOA dari arah ABC ke arah Jalan Kresek Raya.

"Kemudian tiba-tiba diadang oleh sekitar 5 orang pelaku bersenjata tajam sejenis parang langsung menyerang korban dan salah seorang korban terkena sabetan parang dan sepeda motor terjatuh dan seorang korban berusaha kabur," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri dalam keterangannya, Minggu (21/6).

3 dari 4 halaman

Saat itu, para pelaku menangkap korban yang ketika itu lari untuk menghindari para pelaku. Setelah ditangkap, para pelaku langsung melayangkan senjatanya ke arah korban hingga berkali-kali.

"Namun, para pelaku mengejar korban dan berhasil di tangkap oleh para pelaku. Kemudian langsung menghujani korban dengan bacokan bertubi-tubi ke arah korban dan korban tersungkur bersimbah darah," ujarnya.

Tak lama kemudian, teman korban pun datang dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Puri Kembangan untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

"Salah seorang pelaku mengendarai mobil Suzuki Ertiga langsung melindas korban dan setelah itu para pelaku langsung kabur, tidak lama kemudian teman-teman korban tiba di tempat kejadian dan menolong korban ke Rumah Sakit Puri Kembangan," jelasnya.

Atas kejadian itu, dua jari korban pun terputus akibat terkena sabetan senjata. Kini, polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti kejadian tersebut.

4 dari 4 halaman

John Kei Ditangkap

Polisi langsung bergerak cepat menangkap para pelaku yang diduga melakukan aksi keji tersebut. Polisi menggerebek rumah di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Dalam penggerebekan itu, 25 orang ditangkap. Satu di antaranya, John Kei.

Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Adi Hidayat menjelaskan, polisi melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Bekasi. Hasilnya, 25 orang ditangkap.

“Malam ini kita lakukan tindakan kepolisian mengamankan 25 orang berikut dengan barang bukti senjata tajam tombak dan sebagainya,” kata Adi Hidayat dikutip dari Breakingnews, tvOne, Minggu (21/6) tengah malam.

Adi mengakui, dari 25 orang tersebut ada nama John Kei. Soal rumah yang diserang milik Nus Kei, Adi mengakui hal tersebut.

“Untuk JK (John Kei), sementara memang kita amankan. Ada di lokasi, masalah rumah (korban penyerangan) identitas pengerusakan benar (Nus Kei) di antara mereka saling mengenal. Sehingga proses identifikasi tidak akan sulit langsung tindakan kepolisian,” tegas dia.

Namun, polisi belum mau mengungkap, apa motif penyerangan sadis di dua lokasi tersebut.

“Untuk latar belakang ini belum bisa menjawab sekarang. Untuk menjawab ada satu motif terkait dan didukung fakta. Sementara waktu singkat, kejadian tadi siang sekarang dilakukan penangkapan. Motif yang dilakukan tadi sore itu belum bisa jawab sekarang,” terang Adi. (mdk/rnd)

Baca juga:
Kasus Penyerangan di Green Lake City, Polisi Tangkap John Kei
Puluhan Tombak hingga Senjata Tajam Disita dari Markas John Kei
Kembali Ditangkap Usai Bebas, Ini Sosok John Kei Preman Paling Ditakuti
Kisah John Kei, Preman Paling Ditakuti Tobat dan Bebas dari Nusakambangan
Menyambangi Rumah John Kei, Begini Kehidupannya dengan Keluarga Setelah Taubat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5