Modus Tampung Ikan Hias, Warga di Banyuasin Simpan 153.450 Ekor Benih Lobster

Modus Tampung Ikan Hias, Warga di Banyuasin Simpan 153.450 Ekor Benih Lobster
ilustrasi borgol. sxc.hu
NEWS | 2 Desember 2021 22:01 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan dan Satreskrim Polres Banyuasin menggerebek tempat penampungan benih lobster. Sebanyak 13 orang diamankan polisi di lokasi.

Penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Desa Mulia Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Rabu (1/12). Polisi menemukan 153.450 ekor benih lobster jenis pasir dan mutiara yang disimpan di beberapa tempat penampungan.

Polisi juga mengamankan 13 pegawai yang semuanya bekerja sebagai pegawai. Hanya saja, pemilik usaha tidak di lokasi yang kini masih dilakukan penyelidikan.

Direktur Reskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramdhani mengungkapkan, aktivitas ilegal itu diketahui sudah dimulai satu bulan terakhir. Agar tidak dicurigai, tempat itu dijadikan para pelaku sebagai penampungan ikan hias.

"Kami lakukan penggerebekan dan ditemukan 153.450 ekor benih lobster jenis pasir dan mutiara. Di lokasi ternyata tempat penampungan benih lobster, bukan ikan hias sebagai kedok mereka," ungkap Barly, Kamis (2/12).

Dari keterangan yang diperoleh, lobster itu didatangkan dari luar Sumsel untuk dijual kembali dengan cara diselundupkan. Hanya saja, dia enggan menyebutkan daerah tujuan penjualan.

"Nanti kami sampaikan, sekarang masih penyelidikan," ujarnya.

Para pegawai mengaku mendapatkan upah membungkus benih lobster sebesar Rp400 ribu per hari. Upah tersebut dinilai cukup besar dan berimbang dengan harga lobster per ekor mencapai Rp150 ribu.

"Jika dihitung keseluruhan, total kerugian negara tembus Rp24,4 miliar, angka yang sangat besar," kata dia.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 92 juncto Pasal 26 ayat (1) Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp1,5 miliar. Selain benih lobster, disita juga tedmond, alat pengukur suhu air, lemari pendingin, dan terpal.

"Otak pelaku atau pemilik usaha masih kami dalami," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster Lewat Palembang Kembali Digagalkan
Polda Jateng Gagalkan Penyelundupan 9.320 Benih Lobster Senilai Rp2,3 Miliar
Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benih Lobster Ilegal di Cilacap
Ditpolair Polri Gagalkan Penyelundupan Benur Senilai Rp33,6 Miliar
Jual Ribuan Baby Lobster, Pria di Lebak Ditangkap Polisi
Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp14 M di Palembang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami