Moeldoko Minta Amien Rais Tidak Tendensius Tanggapi Kajian Pemindahan Ibu Kota

Moeldoko Minta Amien Rais Tidak Tendensius Tanggapi Kajian Pemindahan Ibu Kota
Moeldoko Nilai Ada Poros Politik di Kericuhan Papua. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi
NEWS | 3 September 2019 19:20 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menepis terkait pemindahan ibu kota adalah perencana dari China. Dia menjelaskan pemerintah memiliki prosedur yang sudah dilakukan oleh pihak Bappenas.

"Kita kan punya prosedur, prosedur yang kita milikin dong. Masa di luar prosedur gimana sih. Ini kan di luar prosedur, prosedur kita punya Bappenas," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/9).

Dia juga meminta kepada Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais jangan menilai tendensius terkait hal tersebut.

"Enggaklah, jangan tendensius gitu," ungkap Moeldoko.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais yang menolak rencana pemindahan ibu kota. Sebab, menurut dia, pemindahan itu lebih banyak keburukannya dibanding keuntungannya.

"Menurut saya udahlah, sudah cukup dari semua argumen ini. Lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," kata Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).

Amien juga tak mengakui kajian yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait rencana pemindahan ibu kota. Dia menilai kajian tersebut pesanan dari China

"Sesungguhnya memindah Jakarta bukan karena menunggu studi Bappenas, tapi Studi Beijing. Itu jelas sekali," ungkapnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
VIDEO: Amien Rais Yakin Desain Calon Ibu Kota Pesanan China
Tolak Pemindahan Ibu Kota, Amien Rais Tuding Kajian Bappenas Pesanan dari Beijing
Fadli Zon Prediksi Pemindahan Ibu Kota Bakal Bernasib Seperti Esemka
Survei Median: Usia di Bawah 40 Tahun Tak Setuju Ibu Kota Pindah
Pemerintah Sulit Bendung Kenaikan Harga Tanah di Sekitar Ibu Kota Baru
Survei: Pemilih Parpol Pro Jokowi Tolak Ibu Kota Pindah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami