Moeldoko Minta Publik Pahami Subtansi UU Cipta Kerja Sebelum Menolak

Moeldoko Minta Publik Pahami Subtansi UU Cipta Kerja Sebelum Menolak
PERISTIWA | 17 Oktober 2020 14:13 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta agar publik tidak terburu-buru untuk menolak rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Dia meminta agar pahami terlebih dahulu akhir dari UU tersebut.

"Jadi jangan buru buru komplain berlebihan padahal belum memahami penuh, isi dan substansi dari versi terakhir UU Cipta Kerja ini," kata Moeldoko dalam keterangan pers, Sabtu (17/10).

Moeldoko mengakui banyak pihak yang berpandangan UU tersebut merugikan. Namun Dia mengklaim pemerintah berupaya untuk menjamin lebih baik pekerjaan, jaminan pendapatan lebih baik, dan jaminan bidang sosial. Tidak hanya itu kebijakan tersebut juga ditunjukan untuk menghadapi kompetisi global.

"Saya lihat banyak tokoh yang sesungguhnya belum memahami isi sepenuhnya, tapi keburu menolak. Padahal saat ini yang dibutuhkan adalah sebuah persatuan. Mereka menyampaikan keberatan isi substansi dari undang-undang yang mungkin itu konsep sebelum disahkan. UU Cipta Kerja ini bukan untuk menyingkirkan pemikiran tertentu," ungkap Moeldoko.

Dia mengklaim UU tersebut sangat dibutuhkan. Sebab menurut Moeldoko aturan tersebut dibuat untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Terlihat kata Moeldoko hingga saat ini terdapat 33 juta orang yang mendaftar menjadi peserta Kartu Pra Kerja. Tidak hanya itu melalui UU Cipta Kerja, dia menilai dapat membuka kesempatan bagi pengusaha kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi.

"Mereka yang tadinya mengurus perizinan panjang dan berbelit, nanti cukup lewat satu pintu saja. Sekali saja," ungkap Moeldoko. (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami